Print
 

Laboratorium Kriptogam merupakan laboratorium yang digawangi oleh peneliti-peneliti yang memfokuskan penelitiannya pada taksonomi Kriptogam (tumbuhan rendah). Saat ini, kriptogam merupakan salah satu subjek penelitian yang masih belum banyak mendapat perhatian, walaupun tumbuhan ini memegang peranan penting dalam kehidupan kita. Pengungkapan keanekaragaman tumbuhan rendah ini merupakan fokus penelitian yang dilakukan di Laboratorium Kriptogam.

Laboratorium Kriptogam tidak hanya dilengkapi oleh fasilitas yang memadai, namun juga didukung oleh tersedianya koleksi kering tumbuhan rendah terlengkap di Indonesia. Koleksi kering yang terdiri dari koleksi jamur, lumut, lumut kerak dan alga ini menjadi aset penelitian yang tak ternilai harganya.

Selain aktivitas peneli-tian, laboratorium ini memberi pelayanan terhadap masyarakat. Pengenalan  tumbuhan rendah ini telah ditransfer melalui pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada mahasiswa, pengajar dan peneliti-peneliti dari lembaga lain serta bimbingan terhadap mahasiswa untuk melakukan tugas akhir dan kerja lapang. Untuk keperluan ilmiah, jasa identifikasi tumbuhan rendah juga diberikan sesuai dengan prosedur yang berlaku di bidang Botani, Puslit Biologi-LIPI.

Sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki oleh personalnya, penelitian difokuskan pada inventarisasi keanekaragaman Agaricales, Arbuskula, Hyphomycetes,lumut hati dan lumut daun di Indonesia. Eksplorasi telah dilakukan di beberapa pulau di Indonesia dan telah menghasilkan informasi penting yang melengkapi data keanekaragaman hayati Indonesia yang telah ada. Publikasi ilmiah telah banyak ditulis dan dimuat baik di jurnal ilmiah internasional maupun jurnal ilmiah nasional.

Agaricales merupakan ordo dalam kingdom Fungi yang beranggotakan jamur-jamur yang berbadan buah dengan tiga bagian utama, yaitu tudung buah (pileus), bilah (lamellae) atau pori (pore), dan tangkai (stipe). Jamur-jamur yang ada merupakan jamur yang dapat dimakan ataupun yang beracun. Dua kelompok besar yang ada dalam ordo ini adalah Agarics dan Boletes. Didalam Agaricales terdapat 16 marga dengan 5 warna spora yaitu putih, merah muda, coklat, hitam dan coklat keunguan.

Jamur arbuskula atau jamur Mikoriza Arbuskula dikenal karena membentuk simbiosa mutualistik dengan akar tumbuhan dan tanaman yang bersifat biotrofik. Jamur ini termasuk ke dalam filum Glomeromycota, sporanya dapat diisolasi dari tanah dengan teknik saring basah. Jenis-jenis jamur ini telah banyak digunakan sebagai ‘pupuk hayati’ karena dapat meningkatkan serapan P dari dalam tanah dan dikenal dapat menjaga tanaman dari serangan patogen. Jamur arbuskula telah dikoleksi dari berbagai inang baik berupa tanaman perkebunan, buah-buahan maupun tumbuhan hutan dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Namun masih banyak yang belum terungkap karena banyak kendala dalam proses perbanyakan spora yaitu biakan pot. Spora yang telah diisolasi disimpan dalam bentuk preparat.

Berbeda dengan Agaricales yang bisa dilihat dengan mata telanjang, pengamatan Hyphomycetes harus dilakukan dibawah mikroskop. Jamur ini merupakan satu kelas jamur anamorf (aseksual) yang termasuk kedalam filum Deuteromycota yang tidak memiliki tubuh buah. Sehingga spora atau konidia terbentuk karena pemisahan atau pembentukan dari hifa. Jamur-jamur Hyphomycetes sebagian besar merupakan saprofit dan beberapa merupakan parasit bagi inangnya. Banyak jenis Hyphomycetes telah diketahui menghasilkan mikotoksin seperti Aspergillus, Fusarium, dan Penicillium. Ada pula yang telah diketahui merupakan biokontrol bagi hewan terutama serangga seperti Beauveria, Metarhizium, Hirsutella, and Entomophthora.

Selain ketiga jamur diatas, tumbuhan lumut juga merupakan salah satu topik dalam penelitian di Laboratorium Kriptogam. Tumbuhan lumut merupakan bagian terendah dari tumbuhan berklorofil. Berdasarkan bentuk tubuhnya, tumbuhan ini dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu lumut tanduk (Anthoceroto- phyta), lumut hati (Hepaticae) dan lumut sejati (musci). Lumut tanduk (Anthocerotophyta)  me- miliki alat reproduksi (sporofit) menyerupai tanduk yang dipergunakan sebagai dasar penamaan dari kelompok lumut ini. Lumut hati dibedakan menjadi dua macam yaitu lumut hati bertalus (thalloid liverwort) yang memiliki tubuh menyerupai lembaran-lembaran (thallus) dan lumut hati berdaun  (leafy liverwort) yang memiliki daun menyerupai hati atau berbentuk bulat-bulatan. Sedangkan lumut sejati berdasarkan cara pertumbuhannya di bedakan menjadi dua yaitu pleurocarpus mosses (lumut yang tumbuh merayap atau menggantung) dan acrocarpous mosses (lumut yang tumbuh tegak).KOMPETENSI

LABORATORIUM (Tugas dan Fungsi)

Melakukan penelitian keanekaragaman kriptogam (Jamur dan lumut) di Indonesia melalui pendekatan morfologi dan molekuler dan menerbitkan hasil penelitiannya dalam jurnal ilmiah.

Ringkasan kegiatan 2014

  1. Empat staf peneliti aktif bekerja, satu orang sedang tugas belajar S2 di IPB, satu orang laboran honorer.
  2. Melakukan eksplorasi ‘Jamur dan lumut Bali’ dengan dana DIPA, .ke Gunung Mesehe di Bali Barat, 21-30 April 2014.
  3. Mendata & menganalisa Kriptogam Indonesia berdasarkan data specimen dan literatur, sebagai bahan pembuatan buku Kehati (Kekinian).
  4. Melaksanakan reorganisasi spesimen validasi Kriptogam berdasarkan publikasi terbaru sebanyak 1093 sheets/amplop.
  5. Penelusuran spesimen type Kriptogam dari koleksi umum(Hepaticae sebanyak 120 amplop).
  6. Melaksanakan identifikasi spesimen jasa.

Resume hasil yg signifikan:

Publikasi

  1. Haerida, I. & B.-C.Ho. 2014. Bryophytes of Mt. TukungGede Nature Reserve, Banten Province, Indonesia.Hikobia 16: 453-457.
  2. Kramadibrata K. 2013. Jenis-jenis Glomeromycota di Pandanus tectorius dari Jawa dan Madura. Floribunda 4(7):187-189. (terbit 2014).
  3. WindadriFI. 2014. Flora berpotensi sebagai bahan obat di kawasan Suaka Margasatwa Cikepuh, Sukabumi, Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas 3 (1):34-36.
  4. Windadri FI. 2014 Pengaruh lingkungan terhadap kehadiran jenis lumut di Cagar Alam Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas 3 (2):55-57.

In press:

  1. Retnowati A. 2014, ‘Cendawan Indonesia: diversitas dan potensinya, AIPI.
  2. Windadri FI. 2014. Lumut Di Kawasan Cagar Alam Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Berita Biologi.
  3. Windadri FI. 201x. Eksplorasi dan Inventarisasi Lumut di Kebun Raya Baturraden, Jawa Tengah, Prosiding Seminar Nasional Kebun Raya Bogor.
  4. Windadri FI. 201x. Lumut di Cagar Alam Pulau Sempu Kabupaten Malang, Jawa Timur, Prosiding Semnas Biodiversitas , UNS Solo.
  5. Windadri FI. 201x. Peranan Lumut  dalam Menunjang Penangkaran Tumbuhan, Prosiding Semnas Biodiversitas , UNS Solo.

Pembimbingan:

Jasa yang ditawarkan:

Kerjasama:

Kegiatan seminar:

Laboratorium

Layanan Jasa

Alat Pendukung

Kriptogam

 

(Dr. Kartini Kramadibrata)

a)       Pelatihan pengenalan Jamur Arbuskula:

b)       Jasa pembimbingan mahasiswa

Praktek Kerja Lapangan

 

c)   Jasa identifikasi Tumbuhan Rendah

 

a)       Mikroskop: Nikon Eclipse 80i & Monokuler Leitz Wetzlar

b)       Mikroskop Binokuler: Zoom teaching Nikon SMZ 1000, Wild Heerbrugg, Euromex

c)       Autoclave

d)       Laminar Airflow & Autoburner

e)       Centrifuge Hettich Universal II