KOMPETENSI LABORATORIUM (Tugas dan Fungsi)

Laboratorium Sistematika Tumbuhan memfokuskan penelitiannya dalam bidang taksonomi, sistematika, filogeni dan sejenisnya terhadap keanekaragamantumbuhan Indonesia dan tumbuhan yang berada di kawasan Malesiana. Kegiatan penelitian tersebut  meliputi  eksplorasi, inventarisasi dan karakterisasi melalui pendekatan tertentu (morfologi, anatomi, sitologi dan molekuler), termasuk merekam  informasinya ke dalam Database. Di samping itu juga melakukan kegiatan kuratorial spesimen di Herbarium Bogoriense (BO) untuk menjaga kekinian informasi spesimen,  dalam rangka menjadikan BO sebagai acuan terpercaya dalam bidang Taksonomi Tumbuhan Indonesia di Dunia.

LAPORAN KEGIATAN LABORATORIUM SISTEMATIKA TUMBUHAN TAHUN 2014

LaboratoriumSistematikaTumbuhanberanggotakanstafpeneliti yang secarakhususmemfokuskanpenelitiannyapadaSistematikaTumbuhan(taksonomi, klasifikasi, biosistematika, filogenidansejenisnya) tumbuhanIndonesia dantumbuhankawasan di Malesiana.  Didukungolehtenagalitkayasa, teknisidanlaboran yang secaratetapsebagaianggotalaboratorium

Kegiatan lapang

  1. Kegiatan eksplorasi di Gn Merbuk, Kab. Jembrana P. Bali. Hasil yang didapatkan sekitar 600 nomor koleksi dan 300 voucher
  2. Kegiatan lapang ke P. Belitung dan P. Madura, sosialisasi dan pembuatan demplot Taka
  3. Kegiatan  penelusuran pewarna alam batik di desa Ciwaringin Cirebon

Publikasi yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

No.

Jenis Publikasi

Jumlah

1

Buku

3

2

Jurnal Internasional

11

3

Jurnal Nasional

5

4

Prosiding Nasional

7

5

Prosiding Internasional

-

 

TOTAL

26

Dari hasil publikasi tersebut telah terungkap  5 taksa baru pada tahun 2014.

Family

Nama jenis baru

 

Nama Peneliti

Publikasi

Pandanaceae

Benstonea jacobsii (Stone 1984:2010) Callm., Buerki & A.P. Keim, comb nov.

AP. Keim

Callmander, M. W., Buerki, S., Keim, A. P., & Phillipson, P. B. (2014). Notes on Benstonea (Pandanaceae) from the islands of Halmahera, New Guinea and Sulawesi. Phytotaxa, 175(3), 161-165

Pandanaceae

Benstonea misimaensis (St. John ex Stone 1978:254) Callm., Buerki & A.P. Keim, comb nov.

AP. Keim

Callmander, M. W., Buerki, S., Keim, A. P., & Phillipson, P. B. (2014). Notes on Benstonea (Pandanaceae) from the islands of Halmahera, New Guinea and Sulawesi. Phytotaxa, 175(3), 161-165

Gesneriaceae

Cyrtandra widjajae Karton.

Abdulrokhman Kartonegoro

Abdulrokhman Kartonegoro & Daniel Potter. 2014. The Gesneriaceae of Sulawesi VI: The species from Mekongga Mts. with a new species of Cyrtandra described. Reinwardtia 14(1): 1-12.

Pteridophyta

Pteris ensiformis var. Victoriae

Dedy Darnaedi

Muhammad Effendi, Tatik Chikmawati & Dedy Darnaedi. 2014. New cytotypes of Pteris ensiformis var. victoria from Indonesia. Reinwardtia 14(1): 133-136.

Arecaceae

Daemonorops sedisspirituum

Himmah Rustiami

Himmah Rustiami, John Dransfield & Edwino S Fernando. 2014. Daemonorops sedisspirituum, a new species of Daemonorops Blume (Arecaceae: Calamoideae) from Java. Kew Bulletin 69(3):1 -4.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain publikasi ilmiah, anggota lab SISTUM juga melakukan pembimbingan terhadap mahasiswa PKL dan penelitian mahasiswa S1, S2, dan S3. Jumlah keseluruhan pembimbingan adalah sebagai berikut:

 

No.

Jenis Publikasi

Jumlah

1

Pembimbingan Mahasiswa S3

-

2

Pembimbingan Mahasiswa S2

4

3

Pembimbingan Mahasiswa S1

6

4

PKL

10

 

 

 

 

 

Kerjasama penelitian yang dilakukan oleh anggota lab SISTUM antara lain:

  1. Flora Inventory Project oleh   Deby Arifiani, Flora Inventory Project merupakan proyek penelitian kerjasama antara Herbarium Bogoriense, Bidang Botani bekerjasama dengan PT. Weda Bay Nickel dan Missouri Botanical Garden.
  2.            Biogeography, ecology and informatics of Indonesian trees oleh Arief Hidayat M.Si dan Yessi Santika, M.Si.). Merupakan penelitian kerjasama antara Herbarium Bogoriense, Bidang Botani dengan NSF, Arnold Arboretum of Harvard Univ.
  3.               Inventarisasi P. Giliyang, serta pembuatan demplot Taka,  bekerja sama dengan Kab. Sumenep, Madura (Rugayah). 

Anggota lab sistematika tumbuhan tidak terlepas dari kegiatan-kegiatan rutin yang dilakukan di Herbarium Bogoriense (BO).  Re-organisasi spesimen yang didalamnya adalah kegiatan validasi suku, marga, dan jenis dilakukan secara bersama-sama antara Kurator (staf Taksonomi) dan asisten Kurator (staf non-taksonomi dan teknisi).  Validasi spesimen merupakan tanggungjawab staf taksonomi, dan spesimen yang divalidasi selama tahun 2014 adalah 10.565 sheet.

Kegiatan lain yang melibatkan staf taksonomi adalah:

  1. Training Bryophyte dan Pterydophyte yang diadakan oleh LIPI bekerjasama dengan ACB pada bulan Februari 2014. Kegiatan ini mengundang sekiatr 18 peserta dari ASEAN yang melibatkan staf Taksonomi sebagai narasumber.
  2. Pelatihan identifikasi tumbuhan bagi staf dan teknisi yang melibatkan staf dan teknisi senior sebagai pengajarnya.

Laboratorium

Layanan Jasa

Alat Pendukung

Sistematika Tumbuhan

 

(Dr. Rugayah)

a)   Identifikasi tumbuhan

b) Training Taksonomi dan Parataksonomi

c)  Memberikan bimbingan mahasiswa

     program S1, S2 dan S3 yang berkaitan

     dengan pengungkapan  

     keanekaragaman hayati

d)      Analisa data fenetik dengan

     menggunakan program NTSys

e)      Analisa data filogenetik dengan

     menggunakan program PAUP

a)       Mikroskop Stereo Nikon SMZ645

b)       Mikroskop Stereo Euromax-Holland

c)       Mikroskop Stereo Olympus SZX7

d)       Mikroskop Nikon eclipse 80i

e)       Lampu belalai & lampu duduk

f)        Alat pemanas spesimen

g)       Komputer, printer dan scanner

h)       Kabinet untuk spesimen

i)         Alat bedah (dissecting kit)

 

Laboratorium Kriptogam merupakan laboratorium yang digawangi oleh peneliti-peneliti yang memfokuskan penelitiannya pada taksonomi Kriptogam (tumbuhan rendah). Saat ini, kriptogam merupakan salah satu subjek penelitian yang masih belum banyak mendapat perhatian, walaupun tumbuhan ini memegang peranan penting dalam kehidupan kita. Pengungkapan keanekaragaman tumbuhan rendah ini merupakan fokus penelitian yang dilakukan di Laboratorium Kriptogam.

Laboratorium Kriptogam tidak hanya dilengkapi oleh fasilitas yang memadai, namun juga didukung oleh tersedianya koleksi kering tumbuhan rendah terlengkap di Indonesia. Koleksi kering yang terdiri dari koleksi jamur, lumut, lumut kerak dan alga ini menjadi aset penelitian yang tak ternilai harganya.

Selain aktivitas peneli-tian, laboratorium ini memberi pelayanan terhadap masyarakat. Pengenalan  tumbuhan rendah ini telah ditransfer melalui pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada mahasiswa, pengajar dan peneliti-peneliti dari lembaga lain serta bimbingan terhadap mahasiswa untuk melakukan tugas akhir dan kerja lapang. Untuk keperluan ilmiah, jasa identifikasi tumbuhan rendah juga diberikan sesuai dengan prosedur yang berlaku di bidang Botani, Puslit Biologi-LIPI.

Sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki oleh personalnya, penelitian difokuskan pada inventarisasi keanekaragaman Agaricales, Arbuskula, Hyphomycetes,lumut hati dan lumut daun di Indonesia. Eksplorasi telah dilakukan di beberapa pulau di Indonesia dan telah menghasilkan informasi penting yang melengkapi data keanekaragaman hayati Indonesia yang telah ada. Publikasi ilmiah telah banyak ditulis dan dimuat baik di jurnal ilmiah internasional maupun jurnal ilmiah nasional.

Agaricales merupakan ordo dalam kingdom Fungi yang beranggotakan jamur-jamur yang berbadan buah dengan tiga bagian utama, yaitu tudung buah (pileus), bilah (lamellae) atau pori (pore), dan tangkai (stipe). Jamur-jamur yang ada merupakan jamur yang dapat dimakan ataupun yang beracun. Dua kelompok besar yang ada dalam ordo ini adalah Agarics dan Boletes. Didalam Agaricales terdapat 16 marga dengan 5 warna spora yaitu putih, merah muda, coklat, hitam dan coklat keunguan.

Jamur arbuskula atau jamur Mikoriza Arbuskula dikenal karena membentuk simbiosa mutualistik dengan akar tumbuhan dan tanaman yang bersifat biotrofik. Jamur ini termasuk ke dalam filum Glomeromycota, sporanya dapat diisolasi dari tanah dengan teknik saring basah. Jenis-jenis jamur ini telah banyak digunakan sebagai ‘pupuk hayati’ karena dapat meningkatkan serapan P dari dalam tanah dan dikenal dapat menjaga tanaman dari serangan patogen. Jamur arbuskula telah dikoleksi dari berbagai inang baik berupa tanaman perkebunan, buah-buahan maupun tumbuhan hutan dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Namun masih banyak yang belum terungkap karena banyak kendala dalam proses perbanyakan spora yaitu biakan pot. Spora yang telah diisolasi disimpan dalam bentuk preparat.

Berbeda dengan Agaricales yang bisa dilihat dengan mata telanjang, pengamatan Hyphomycetes harus dilakukan dibawah mikroskop. Jamur ini merupakan satu kelas jamur anamorf (aseksual) yang termasuk kedalam filum Deuteromycota yang tidak memiliki tubuh buah. Sehingga spora atau konidia terbentuk karena pemisahan atau pembentukan dari hifa. Jamur-jamur Hyphomycetes sebagian besar merupakan saprofit dan beberapa merupakan parasit bagi inangnya. Banyak jenis Hyphomycetes telah diketahui menghasilkan mikotoksin seperti Aspergillus, Fusarium, dan Penicillium. Ada pula yang telah diketahui merupakan biokontrol bagi hewan terutama serangga seperti Beauveria, Metarhizium, Hirsutella, and Entomophthora.

Selain ketiga jamur diatas, tumbuhan lumut juga merupakan salah satu topik dalam penelitian di Laboratorium Kriptogam. Tumbuhan lumut merupakan bagian terendah dari tumbuhan berklorofil. Berdasarkan bentuk tubuhnya, tumbuhan ini dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu lumut tanduk (Anthoceroto- phyta), lumut hati (Hepaticae) dan lumut sejati (musci). Lumut tanduk (Anthocerotophyta)  me- miliki alat reproduksi (sporofit) menyerupai tanduk yang dipergunakan sebagai dasar penamaan dari kelompok lumut ini. Lumut hati dibedakan menjadi dua macam yaitu lumut hati bertalus (thalloid liverwort) yang memiliki tubuh menyerupai lembaran-lembaran (thallus) dan lumut hati berdaun  (leafy liverwort) yang memiliki daun menyerupai hati atau berbentuk bulat-bulatan. Sedangkan lumut sejati berdasarkan cara pertumbuhannya di bedakan menjadi dua yaitu pleurocarpus mosses (lumut yang tumbuh merayap atau menggantung) dan acrocarpous mosses (lumut yang tumbuh tegak).KOMPETENSI

LABORATORIUM (Tugas dan Fungsi)

Melakukan penelitian keanekaragaman kriptogam (Jamur dan lumut) di Indonesia melalui pendekatan morfologi dan molekuler dan menerbitkan hasil penelitiannya dalam jurnal ilmiah.

Ringkasan kegiatan 2014

  1. Empat staf peneliti aktif bekerja, satu orang sedang tugas belajar S2 di IPB, satu orang laboran honorer.
  2. Melakukan eksplorasi ‘Jamur dan lumut Bali’ dengan dana DIPA, .ke Gunung Mesehe di Bali Barat, 21-30 April 2014.
  3. Mendata & menganalisa Kriptogam Indonesia berdasarkan data specimen dan literatur, sebagai bahan pembuatan buku Kehati (Kekinian).
  4. Melaksanakan reorganisasi spesimen validasi Kriptogam berdasarkan publikasi terbaru sebanyak 1093 sheets/amplop.
  5. Penelusuran spesimen type Kriptogam dari koleksi umum(Hepaticae sebanyak 120 amplop).
  6. Melaksanakan identifikasi spesimen jasa.

Resume hasil yg signifikan:

Publikasi

  1. Haerida, I. & B.-C.Ho. 2014. Bryophytes of Mt. TukungGede Nature Reserve, Banten Province, Indonesia.Hikobia 16: 453-457.
  2. Kramadibrata K. 2013. Jenis-jenis Glomeromycota di Pandanus tectorius dari Jawa dan Madura. Floribunda 4(7):187-189. (terbit 2014).
  3. WindadriFI. 2014. Flora berpotensi sebagai bahan obat di kawasan Suaka Margasatwa Cikepuh, Sukabumi, Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas 3 (1):34-36.
  4. Windadri FI. 2014 Pengaruh lingkungan terhadap kehadiran jenis lumut di Cagar Alam Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas 3 (2):55-57.

In press:

  1. Retnowati A. 2014, ‘Cendawan Indonesia: diversitas dan potensinya, AIPI.
  2. Windadri FI. 2014. Lumut Di Kawasan Cagar Alam Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Berita Biologi.
  3. Windadri FI. 201x. Eksplorasi dan Inventarisasi Lumut di Kebun Raya Baturraden, Jawa Tengah, Prosiding Seminar Nasional Kebun Raya Bogor.
  4. Windadri FI. 201x. Lumut di Cagar Alam Pulau Sempu Kabupaten Malang, Jawa Timur, Prosiding Semnas Biodiversitas , UNS Solo.
  5. Windadri FI. 201x. Peranan Lumut  dalam Menunjang Penangkaran Tumbuhan, Prosiding Semnas Biodiversitas , UNS Solo.

Pembimbingan:

  • 3-14 Februari 2014: Empat mahasiswa PKL, Unsoed
  • Tahun 2013-2014: mahasiswa S2-IPB, Bogor
  • 15-23 Desember 2014: magang, staf UPT Loka Konservasi Biota Laut Tual– LIPI.

Jasa yang ditawarkan:

  • Pelatihan Pengenalan Jamur Arbuskula:
  • 17 sd 21 Maret 2014:dua staf Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya, Dirjen Perkebunan, Kementan.
  • 17-21 Nov 2014: dua staf pengajar Faperta, Universitas Jambi.

Kerjasama:

  • Februari 2014: Pengajar pelatihan ‘Lumut dan paku’ di Puslit Biologi, kerjasama dengan ACB.
  • 19 Maret 2014: Pengajar pengenalan jamur di KRI, kerjasama dengan Fakultas Bioteknologi, Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta.
  • 28 Maret 2014: Pengajar tamu di Jur Biologi, FMIPA, UNPAD.
  • 15 April 2014: Pengajar dalam Pelatihan Teknik Produksi Pupuk Hayati CMA dan Aplikasinya untuk Tanaman Perkebunan dan Kehutanan’, kerjasama dengan Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Bogor, dihadiri 30 orang.
  • 15 Juli 2014: sebagai instruktur dalam kegiatan training identifikasi lumut  untuk 5 orang mahasiswa Biologi-ITB.
  • 12 s/d 16 September 2014 : terlibat dalam kegiatan Open House Bidang Botani, diselenggarakan di Gedung Botani, P2Biologi, LIPI, Cibinong
  • 7 Oktober 2014: Sebagai anggota Panitia Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh POKJANAS JAMINDO yang bekerjasama dengan KEMENTAN.
  • 15 Oktober 2014: Nara sumber dalam FGD "Microbial Diversity" yang diselenggarakan oleh AIPI .
  • Oktober 2014: Menjadi dosen tamu di IPB untuk mata kuliah Diversity Cendawan.
  • 1 Desember 2014: Nara sumber bagi 2 orang karyawan Kebun Raya Bogor yang melakukan studi banding pembuatan koleksi Basah.
  • 22 Desember 2014: Pengajar Pelatihan Identifikasi Jamur Mikoriza bekerjasama dengan Konsorsium Pusat Penelitian Teknologi Reklamasi Lahan (Pusat-Pusat Penelitian di Universitas Jambi, BPTP Kementan dan Balitbangda Pemda Prov Jambi), dihadiri oleh 19 orang peserta.

Kegiatan seminar:

  • 26 Maret 2014: ‘Indonesia Berkemampuan mewujudkan kedaulatan Pangan berkelanjutan’, di Bogor, dielenggarakan oleh Ikatan Alumni Akademi Pertanian Ciawi, Bogor
  • 5-6 Mei 2014: ‘Symposium Internasional:Forest Asia Summit 2014’, di Hotel Sangrila, Jakarta, diselenggarakan oleh CIFOR
  • 7 Okt 2014: Seminar nasional ’Budidaya jamur pangan dan obat menuju masyarakat sehat dan sejahtera’, Kelompok Kerja Nasional Jamur Indonesia, Bogor. Poster:‘Agaricales dari Bali: potensi dan keanekaragamannya’.
  • 15 November 2014: Seminar Nasional BIODIVERSITAS di UNS Solo.

Laboratorium

Layanan Jasa

Alat Pendukung

Kriptogam

 

(Dr. Kartini Kramadibrata)

a)       Pelatihan pengenalan Jamur Arbuskula:

b)       Jasa pembimbingan mahasiswa

Praktek Kerja Lapangan

 

c)   Jasa identifikasi Tumbuhan Rendah

 

a)       Mikroskop: Nikon Eclipse 80i & Monokuler Leitz Wetzlar

b)       Mikroskop Binokuler: Zoom teaching Nikon SMZ 1000, Wild Heerbrugg, Euromex

c)       Autoclave

d)       Laminar Airflow & Autoburner

e)       Centrifuge Hettich Universal II

 

PERSONIL LAB

 Dr. Marlina Ardiyani (Kepala)

 Dr. Lina Susanti Juswara (Wakil Kepala)

 Dr. Kusumadewi Sri Yulita

 Lulut Dwi Sulistyaningsih, MSi.

 Rani Asmarayani, MSi. (sedang tugas belajar S3 di US)

 Susila (Teknisi)

KOMPETENSI LABORATORIUM

Laboratorium Sistematika Molekuler Tumbuhan merupakan laboratorium penunjang penelitian ilmu-ilmu taksonomi, filogeni, filogeografi, evolusi tumbuhan dan genetika populasi dengan menggunakan material genetik berupa asam nukleat (DNA/RNA) dari mitokondria, inti, dan kloroplas.

Laboratorium Sistematik Molekuler Tumbuhan mulai didirikan pada awal tahun 1990-an untuk menjawab tantangan penelitian sistematik tumbuhan yang bergerak ke arah molekuler pada dua dasawarsa terakhir. Selama beberapa tahun terakhir, sistematik molekuler telah menghasilkan banyak model filogenetik tumbuhan dan beberapa di antaranya ikut membantu memecahkan permasalahan taksonomi yang ada.

Laboratorium ini ditujukan untuk mendukung penelitian sistematik tumbuhan di Herbarium Bogoriense. Selain itu juga mengelola koleksi material DNA. Dengan pindahnya Herbarium Bogoriense ke Cibinong Science Center dan penambahan beberapa alat baru dari JICA untuk keperluan analisis DNA, laboratorium ini mampu memfasilitasi beberapa pendekatan seperti perbandingan urutan DNA (comparative DNA sequencing) dan teknik berdasarkan PCR seperti RAPD dan ISSR.

 

FASILITAS

Laboratorium ini dilengkapi dengan berbagai peralatan untuk menunjangpenelitian sistematik tumbuhan pada umumnya seperti centrifuge, fluorometer, DNA thermal cycler (PCR), electrophoresisapparatus, gel documentation, incubator, dan freezer. Selain itu,laboratorium ini juga bekerjasama dengan Laboratorium Umum dilingkungan Puslit Biologi – LIPI untuk penggunaan DNA sequencer.

JASA YANG DITAWARKAN

1.              Pembimbingan mahasiswa S1, S2 dan mahasiswa PKL

2.              Ekstraksi DNA

3.              Elektroforesis gel

4.              Amplifikasi DNA (PCR) dengan marker barkoding seperti (rbcL, matK, ITS, trnH-psbA)

5.              Analisis sekuens DNA

6.              Analisis filogenetika

 

KEGIATAN PENELITIAN

Penelitian-penelitian yang dilakukan difokuskan pada barkoding DNA (DNA barcoding), sidik jari DNA (DNA fingerprinting) dan filogeni serta fitogeografi baik tumbuhan liar maupun tumbuhan budidaya yang ada dalam kawasan Malesia, yaitu:

ü  Penelitian barkoding untuk anggota suku Zingiberaceae (Dr. Marlina Ardiyani)

ü  Penelitian taksonomi dan sistematika Alpinia subsect. Cenolophon  (Dr. Marlina Ardiyani)

ü  Penelitian filogenetika molekuler marga Zingiber di Sumatra (Dr. Marlina Ardiyani)

ü  Penelitian barkoding untuk anggota suku Musaceae, Smilacaceae dan Thymeliaceae (Lulut Dwi Sulistyaningsih, MSi.)

ü  Penelitian filogenetik molekuler Psydrax (Rubiaceae: Vanguerieae) menggunakan pendekatan morfologi dan molekuler (Ridha Mahyuni, MSc.)

ü  Penelitian filogenetik molekuler Orchids (Orchidaceae) menggunakan pendekatan morfologi dan molekuler (Dr. Lina S. Juswara)

ü  Penelitian keragaman genetik Jewawut (Dr. Kusumadewi Sri Yulita)

ü  Penelitian deteksi mutan Jewawut dan Jali (Dr. Kusumadewi Sri Yulita)

ü  Penelitian adaptive radiation Tengkawang (Dr. Kusumadewi Sri Yulita)

ü  DNA barcoding dan fingerprinting jenis-jenis Dipterocarpaceae dari Papua Barat (Dr. Kusumadewi Sri Yulita)

 

PEMBIMBINGAN MAHASISWA

Mahasiswa Bimbingan Dr. Marlina Ardiyani

ü  Ibna Hayati, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Riau, Pekanbaru.

Judul Kerja Praktek: Manajemen Herbarium dan Pengenalan Sistematika Molekuler  di Laboratorium Sistematika Molekuler, Herbarium Bogoriense Pusat Penelitian Biologi-LIPI.

Selesai tahun 2015.

ü  Lulut Dwi Sulistyaningsih, Program Pasca Sarjana, Universitas Indonesia.

Judul Thesis S3: Systematics of Smilacaceae in Indonesia Using a Potential DNA Barcode.

Ongoing (sedang berjalan)

ü  Rajjitha Handayani, Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Judul Thesis S2: Potensi Wilayah ITS (Internal Transcribed Spacer) sebagai Kandidat Barcode pada jenis Dipterokarpa terancam punah.

Lulus tahun 2016.

ü  Rissan Suriatno, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Riau, Pekanbaru.

Judul Kerja Praktek: Manajemen Herbarium dan Studi Awal Taksonomi Mangifera Sumatera di Herbarium Bogoriense Pusat Penelitian Biologi-LIPI.

Selesai tahun 2016.

ü  Dini Puspitaningrum, Departemen Biologi, Universitas Indonesia, Depok.

Judul Kerja Praktek: DNA Barcode Etlingera pauciflora dari Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat, Indonesia.

Selesai tahun 2016.

ü  Dina Annisa Hamid, Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro Semarang.

Judul Skripsi S1: Karakterisasi Jahe Emprit, Jahe Merah, dan Jahe Gajah dengan Sekuens DNA Barcoding dan Sidik Jari DNA ISSR.

Lulus tahun 2016.

ü  Choirul Rizka Putri Istiqomah, Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro Semarang.

Judul Skripsi S1: Keragaman Genetik Tanaman Jahe Berdasarkan Penanda Molekuler Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD)

Lulus tahun 2016.

ü  Patar Sinaga, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Riau, Pekanbaru.

Judul Kerja Praktek: Manajemen Herbarium dan Pengenalan Teknik Molekuler di Laboratorium Sistematika Molekuler, Herbarium Bogoriense, Pusat Penelitian Biologi LIPI Cibinong Jawa Barat.

Selesai tahun 2017.

ü  Dini Puspitaningrum, Departemen Biologi, Universitas Indonesia, Depok.

Judul Skripsi S1: Identifikasi Morfologi dan Molekuler Spesies Terduga Hibrida Alami antara Begonia areolata Miq. dan Begonia multangula Blume.

Lulus tahun 2017.

 

Mahasiswa BimbinganDr. Lina Susanti Juswara

Michael  Mambrasar

Pembimbingan staf baru (CPNS Herbarium Bogoriense) di bidang Anggrek Papua

Mahasiswa BimbinganLulut Dwi Sulistyaningsih, MSi.

ü  Azizah, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Jenderal Soedirman, Semarang.

Judul Kerja Praktek: Manajemen Herbarium dan Pengenalan Sistematika Pisang-pisang Liar di Herbarium Bogoriense Pusat Penelitian Biologi-LIPI.

Selesai tahun 2016.

 Mahasiswa Bimbingan Dr. Kusumadewi Sri Yulita

ü  Rohmat Sugiyanto, Universitas Sriwijaya

Judul Kerja Praktek: Struktur Perbungaan Pada Dipterocarpaceae.

Selesai tahun 2016.

PUBLIKASI

Utami N & M Ardiyani. 2015. Phylogenetic study of Sumatran Impatiens (Balsaminaceae) using nuclear and plastid DNA sequences. Acta Phytotaxonomica et Geobotanica 66(2): 81-90.

Ardi WH & M Ardiyani. 2015. Two New Species of Alpinia (Zingiberaceae) from Sulawesi, Indonesia. Reinwardtia 14(2): 309-314.

Ardiyani M. 2015. A New Species of Zingiber (Zingiberaceae) from Enggano Island, Indonesia. Reinwardtia 14(2): 305-308.

A Wibowo, I Tirta, L Juswara, & A. Kocyan. 2015. New Record Suggests an Expanded Distribution Area of Trixspermum squarrosum J.J.Sm. Malesian Orchid Journal 16: 79-82.

Lina Juswara, Andre Schuiteman, Vincent Droissart. 2016. Four new orchid species from the Lengguru fold belt, West Papua, Indonesia. PhytoKeys 61: 47-59.

Sulistyaningsih, L.D. 2016. The diversity of wild banana species (genus Musa) in Java. Makara Journal of Science 20 (1): 40-48.

Puspitaningrum, D, WA Mustaqim & M Ardiyani. 2017. A new record of Etlingera pauciflora

(Zingiberaceae) in Java, Indonesia. Reinwardtia 16 (1): 1 4. (in press)

Sulistyaningsih, LD. 2017. Newly Described and Recorded of Infraspecific Taxa of Musa borneensis Becc. (Musaceae) from Sulawesi, Indonesia. Reinwardtia 16 (1): 19-24. (in press)

 

Laboratorium

Layanan Jasa

Alat Pendukung

Sistematika Molekuler

 

(Dr. Marlina Ardiyani)

a)       Pembimbingan mahasiswa S1, S2 dan mahasiswa PKL

b)       ekstraksi DNA,

c)       elektroforesis gel,

d)       amplifikasi DNA,

e)       analisis sekuens DNA,

f)        analisis filogenetika.

 

 

a)       Centrifuge,

b)       Mini centrifuge,

c)       Fluorometer,

d)       DNA thermal cycler (PCR),

e)       Electrophoresis apparatus

f)        Gel documentation

g)       Incubator,

h)       Waterbath

i)         Ice maker,

j)         Autoclave,

k)       Timbangan analitik,

l)         Rotator,

m)     Freezer

n)       DNA Sequencer

 

 

KOMPETENSI LABORATORIUM (Tugas dan Fungsi)

Melakukan penelitian dengan subjek genetika tumbuhan dan pemuliaan tanaman yang meliputi karakterisasi genetik dengan berdasarkan marka molekuler, morfologi, sitogenetik (pollen dan kromosom) dan identifikasi ploidi. Untuk mendukung kegiatan pemuliaan tanaman, laboratorium ini melakukan seleksi/phenotyping tanaman terhadap cekaman biotik/abiotik dan identifikasi kandidat gen ketahanan penyakit/stress atau karakter unggul.

Kegiatan Kompetititf 2014: Evaluasi, karakterisasi dan seleksi varietas baru pisang hasil induksi poliploidi dan persilangan

Eksplorasi dan koleksi plasma nutfah Musa spp dilakukan di beberapa daerah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan sebanyak 110 nomor koleksi material DNA, berupa 84 nomor koleksi bonggol, 19 nomor koleksi  buah, 21 nomor koleksi bunga jantan,  3 nomor koleksi bunga betina, 12 nomor koleksi herbarium dan 62 nomor koleksi polen.  Koleksi pisang liar terdiri atas dua varietas liar Musa acuminata Colla var. flava (Ridl.) Nasution dan  Musa acuminata Colla var. microcarpa (Becc.) Nasution dan satuspecies Musa borneensis. Sedangkan koleksi pisang budidaya berjumlah 24 kultivar yang terdiri atas 8 kultivar kelompok genom AA, 8 AAA, 2 AAB, dan 4 ABB.

Selama tahun 2014 embryo rescue telah dilakukan terhadap 74 kombinasi hibrid, sebagian besar sudah diaklimatisasi dan beberapa kombinasi sudah ditanam di lapang.  Hibrid AMKL, UBMH, sudah dikarakaterisasi hingga siklus reproduksi, sedangkan kombinasi hibrid lainnya masih dalam tahap vegetatif.  Uji lapang ketahanan hibrid terhadap penyakit layu Fusarium sedang dilakukan terhadap 16 kombinasi hibrid.

Dua varietas baru pisang tetraploid hasil pemuliaan yang sedang didaftarkan pada Kantor Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementrian Pertanian yaitu Pisang Klutuk Sukun LIPI KS4 dan Pisang Rejang LIPI RJ4.

Jasa  yang ditawarkan:

a.        Analisis DNA: Anggrek, Nanas

b.       Analisis Ploidi: Anggrek, nanas, jeruk

Kerjasama Internasional dengan Royal Netherlands Academy for Arts and Sciences (KNAW)-Scientific Program between Indonesia and The Netherlands (SPIN), dengan judul “The Indonesian Banana: Protecting a staple food from Panama disease collapse and exploiting its genetic diversity for discovery research”.

Publikasi

Poerba YS dan F Ahmad. 2013.  Analisis keragaman genetik Musa balbisiana Colla berdasarkan marka RAPD dan ISSR.  Berita Biologi 12(2):259-267.

Ahmad F, R Megia and YS Poerba.  2014.  Genetic diversity of Musa balbisiana Colla in Indonesia based on AFLP marker.  Hayati Journal of Biosciences 21(1):39-47.

Poerba YS, Witjaksono, F Ahmad, dan T Handayani.  2014.  Induksi dan karakterisasi Pisang Mas Lumut Tetraploid.  2014.  Jurnal Biologi Indonesia 10(2):191-200.

Yulita KS, D Martanti, Yuyu S Poerba dan Herlina.  2014.  Detersi mutan kentang hitam hasil radiasi sinar Gamma menggunakan marka ISSR dan RAPD.  Jurnal Hortikultura 24(1):9.

Laboratorium

Layanan Jasa

Alat Pendukung

Genetika Tumbuhan

 

(Dr. Yuyu S. Poerba)

a.        Pembimbingan mahasiswa

b.       Analisis DNA: Anggrek, Nanas

c.        Analisis Ploidi: Anggrek, nanas, jeruk

d.       Pembibingan mahasiswa

e.       Analisa ploidi tanaman dengan flowcytometer.

f.         Ekstraksi DNA

g.        Analisa keragaman genetik berdasarkan marka RAPD, ISSR dan AFLP (non-radioaktif).

 

a)       Flowcytometer

b)       Thermal cycler

c)       Lemari pendingin (-20oC  dan -40oC)

d)       Waterbath

e)       Refrigerated centrifuge

f)        DNA vacuum dryer

g)       Autoclave

h)       Laminar air flow

i)         Lemari asam

j)         Fasilitas pembibitan

kebun percobaan

 

KOMPETENSI LABORATORIUM (Tugas dan Fungsi)

Melakukan penelitian, pengkajian, dan pengungkapan keanekaragaman struktur dalam (anatomi) dan sifat-sifat sel (sitologi) berbagai jenis tumbuhan

Ringkasan Kegiatan 2014

Dalam kurun waktu tahun 2014, Laboratorium Morfologi, Anatomi, dan Sitologi telah melakukan  kegiatan pembuatan sediaan/ preparat secara anatomi, paradermaal, maupun sitologi, yang diperlukan dalam rangka penelitian, PKL, maupun pembimbingan.

Pengguna fasilitas Laboratorium umumnya adalah para peneliti, baik intern dari Puslit Biologi – LIPI sendiri, dari luar Satker, maupun peneliti dari Instansi lain.

PKL adalah para mahasiswa yang melakukan Praktek Kerja Lapangan pada semester akhir, yang memanfaatkan fasilitas Laboratorium untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan di bidang Mikroteknik.

Pembimbingan pembuatan preparat juga diberikan kepada mahasiswa/i yang umumnya akan meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi (S2 atau S3).

Resume Hasil yang signifikan

Hasil-hasil signifikan yang merupakan kajian dari Laboratorium Morfologi, Anatomi, dan Sitologi antara lain berupa publikasi ilmiah, yaitu:

Erlinawati, I. dan Tihurua, E.F. 2013. Leaf Surface Comparison of Three Genera under Tribe Colocasieae (Araceae) in Indonesia. Buletin Kebun Raya 16 (2): 131-145.

Santika, Y., Tihurua, E.F. and Triono, T. 2014. Comparative  leaves  anatomy of Pandanus, Freycinetia and Sararanga (Pandanaceae) and their diagnostic value. Reinwardtia 14 (1): 163-170.

Tihurua, E.F. dan Erlinawati, I. 2014. Leaf anatomy of Pandanus spp. (Pandanaceae) from Sebangau and Bukit Baka-Bukit Raya National Park, Kalimantan, Indonesia. Reinwardtia 14 (1): 223-231.

Rachman, E., E.F. Tihurua dan Sunaryo. 2014. Pengamatan Nyali di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat, Indonesia. Berita Biologi 13 (1): 39-47.

 

Pembimbingan

Pembimbingan diberikan kepada sejumlah mahasiswa S1, S2, dan S3, serta Dosen, yaitu:

- Hirman, mahasiswa S1 UIN Yogyakarta (PKL)

- Effendi, mahasiswa S2 IPB (penelitian)

- Asih Perwita Dewi, mahasiswi S2 IPB (penelitian)

- Fitri Sri Rezeki, mahasiswi S2 IPB (penelitian)

- Dwi Putri Ramadhani, mahasiswi S2 IPB (penelitian)

- Zainal Muttaqin, mahasiswa S3 IPB (pelatihan, penelitian dan training)

- Hartati, Dosen Univ. Bangka-Belitung (training)

 

Laboratorium

Layanan Jasa

Alat Pendukung

Morfologi, Anatomi dan Sitologi

 

(Dr. Sunaryo)

a)       Pembimbingan mahasiswa

b)       Pembuatan sediaan/ preparat anatomi bagian-bagian organ tumbuhan (batang, akar, daun, kuncup dll).

c)     Pembuatan sediaan/ preparat sitologi/ khromosom dari tumbuhan, untuk menghitung jumlah dan melihat variasi bentuknya.

d)     Pembuatan sediaan/ preparat paradermal daun tumbuhan, untuk melihat, mengukur dan menghitung derivate-derivat daun, yaitu: epidermis, stomata, bulu-bulu dan rambut-rambut daun. - pembuatan sediaan/preparat anatomi berbagai jenis tumbuhan, dengan metode parafin.

e)      Pengungkapan dan penghitungan kromosom berbagai jenis tumbuhan, dengan metode squas.

f)      Penghitungan dan pengukuran stomata berbagai jenis tumbuhan, dengan metode paradermal daun.

g)     Analisa pollen dengan metode squas pewarnaan methylgreen dan safranin

h)     Pemotretan anatomi

a)       Alat mikrotom

b)       Mikroskop Nikon Eclipse 80i.

 

 

Laboratorium TREUB yang dibangun pada tahun 1894 merupakan cikal bakal berdirinya laboratorium Fitokimia, Bidang Botani, Puslit Biologi LIPI yang berlokasi di dalam Kebun Raya Bogor. Pada awal tahun 2007, Laboratorium Fitokimia menempati gedung baru di kawasan Cibinong Science Center. Dalam perjalanan panjangnya, laboratorium fitokimia telah mengalami pasang surut di percaturan ilmu sains baik di tingkat nasional maupun Internasional. Pada era 1994 – 2000, laboratorium fitokimia memegang komando dalam penelitian eksplorasi komponen kimia tumbuhan aromatik dan telah menganalisis sekitar 70 jenis minyak atsiri dari tumbuhan tropika Indonesia.

Di laboratorium ini juga dilakukan karakterisasi komponen bioaktif dari berbagai tumbuhan obat Indonesia, serta uji aktivitas biologi secara in-vitro maupun in-vivo yang meliputi antibiotik, antimalaria, antidiabetes, antihipertensi dan immunostimulan. Mulai tahun 2006 juga telah dimulai penelitian tentang biologi dan kimia mikroba endofit yang berasosiasi dengan tumbuhan obat Indonesia.

Aktivitas Penelitian

  • Karakterisasi metabolit sekunder bioaktif dari tumbuhan.
  • Pengembangan bahan fitofarmaka dari tumbuhan obatIndonesia
  • Biotransformasi senyawa kimia alami dengan menggunakan mikroba endofit.
  • Eksplorasi, karakterisasi dan kajian produksi metabolit bioaktif dari mikroba, terutama mikroba endofit yang berasosiasi dengan tumbuhan obat Indonesia.
  • Uji aktivitas biologi senyawa kimia yang meliputi antibakteria, antifungi, immunomodulator, antioksidan dan antimalaria.
  • Analisis molekuler mikroba endofit

 

Fitokimia

 

(Dr. Andria Agusta)

a)      Bimbingan mahasiswa S1, S2

b)       Jasa konsultasi tentang fitofarmaka, kimia tumbuhan dan kimia mikroba

c)     Jasa analisis GC-MS, GC-MS/MS, FT-IR, UV-spektrofotmeter, AAS, HPLC analitik dan preparatif, pengeringan ekstrak dengan freezedryer dan spray dryer.

 

a)    GC-MS/MS,

b)     GC-MS, microscope FT-IR,

c)     UV-spektrofotometer,

d)     HPLC analitik, HPLC preparatif,

e)     Thermocyler PCR,

f)      Rotary evaporator kapasitas 20 L,

g)     Freeze dryer dan spray dryer

 

 

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top