• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

FOTO 1 Lisachatina fulica bekicot 1

Cibinong, Humas LIPI. Akhir-akhir ini, fenomena masyarakat menggunakan kosmetik atau perawatan kulit dengan bahan dasar esen keong  atau sekresi keong cukup mengemuka di luar negeri. Sesungguhnya, sekresi berbentuk lendir ini sebenarnya sudah lama digunakan sebagai bahan dasar perawatan kulit sejak masa Yunani kuno. Sementara di Indonesia sendiri pemanfaatan lendir keong untuk bahan kosmetik buatan Indonesia secara komersial masih belum marak.

Ayu Savitri Nurinsiyah bersama tim gabungan peneliti LIPI dari Pusat Penelitian Biologi, Pusat Penelitian Bioteknologi dan Pusat Penelitian Biomaterial  tergerak mempelajari potensi spesies keong darat native dan endemik Jawa yang memiliki senyawa bioaktif dan aktivitas antimikroba terampuh dari protein mucus (lendir)nya. “Di luar negeri cukup banyak penelitian mengenai keong, salah satunya penelitian yang menghasilkan penemuan yang kemudian dijadikan solusi bahan baku kosmetik,” terangnya.

Dirinya mengungkapkan ada dua jenis keong yang umum digunakan untuk bahan dasar kosmetik yaitu Cornu aspersum (Helix aspersa) atau dikenal dengan Brown Garden Snail dan jenis Lissachatina fulica atau Giant African Snail atau di Indonesia dikenal dengan Bekicot. Sementara di Thailand ada jenis lokal yang digunakan sebagai bahan baku kosmetika yaitu Hemiplecta distincta

Ayu mengaku awalnya dirinya tertarik pada spesies keong darat saat mengetahui bahwa hewan tersebut memiliki potensi untuk menyembuhkan luka. “Ternyata keong memiliki banyak fakta-fakta yang bermanfaat, selain bisa berguna sebagai obat, keong juga memiliki kolagen, anti bakteri dan sebagainya, “ jelas Ayu. Tujuan penelitiannya kali ini yaitu untuk mengungkap potensi biodiversitas Indonesia sebagai solusi dari masalah-masalah kesehatan.

Ayu mengungkapkan sebenarnya keong mengeluarkan lendir sebagai pembantu lokomosi (atau pergerakan) karena dia bergerak dengan kaki perutnya. “Jadi lendir  berguna sebagai pelicin,” ungkapnya. “Ada juga fungsi lainnya yaitu sebagai “lem” atau “perekat” agar mereka dapat menempel di permukaan (daun atau batang) secara terbalik dan melawan gravitasi. Selain itu, lendir keong juga berfungsi sebagai pelembab badan agar tidak kering, karena keong sangat rentan terhadap kekeringan (dessication),” imbuh Ayu

Menurut Ayu lendir atau mucus inilah yang dipercaya mampu dimanfaatkan untuk menghilangkan jerawat, melembabkan dan mengencangkan kulit wajah. “Tentunya penggunaan lendir keong sebagai kosmetik perlu melalui berbagai tahapan pengujian dan pengolahan.  Jadi harus aman,” tegasnya.

Ayu mengingatkan harus hati-hati apabila lendir yang digunakan berasal dari keong yang masih hidup dan lendir tersebut langsung diaplikasikan pada wajah atau digunakan sebagai obat luka tanpa melalui proses uji di atas. “Keong darat, salah satunya bekicot, juga merupakan salah satu inang perantara cacing parasite yang dapat mengakibatkan meningitis (radang selaput otak). Kalau lendir tersebut langsung diaplikasikan ke kulit atau ke luka terbuka khawatir terdapat cacing parasite tersebut dan menginfeksi manusia,” tutupnya. (Win, ed:SL)

 

 

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top