• 0000.jpg
  • 11.jpg
  • 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

WhatsApp Image 2019 12 16 at 17.08.35 1

Cibinong, Humas LIPI. Eksplorasi adalah jantung penelitian. Melalui eksplorasi, diyakini seluruh keanekaragam hayati Indonesia akan terungkap – dan itulah yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selama ini. Melalui kegiatan bedah buku pada Jumat (13/12) Pusat Dokumentasi dan Data Ilmiah LIPI ingin mengungkap potret eksplorasi biodiversity dalam dua (2) buah buku berjudul “Sejarah Alam Gunungsewu” dan ”Pulau Wawonii: Keanekaragaman Ekosistem, Flora, dan Fauna” karya para peneliti LIPI. “Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk layanan PDDI. Diharapkan dalam bentuk produk buku dapat menjadi media diseminasi hasil riset LIPI kepada masyarakat, ungkap .. selaku Kepala Bidang Diseminasi PDDI.

Sejarah Alam Gunugsewu

“Buku setebal 141 halaman ini adalah sintesa dari semua aspek kehidupan makhluk hidup dan interaksinya dengan alam sekitar Gunungsewu”, ungkap Cahyo Rahmadi selaku Kepala Bidang Zoologi Pusat penelitian Biologi sekaligus salah satu penulis buku “Sejarah Alam Gunungsewu” bersama Sigit Wiantara dan Hari Nugroho.

Buku ini mengulas sejarah alam Gunungsewu berdasarkan hasil penelitian selama 12 tahun sebagai upaya menginventarisasi keanekaragaman hayati karst dan gua Gunungsewu. Selain membahas aspek geologi, geomorfologi, hidrologi, dan speleologi, buku ini juga mengulas aspek hayati, baik yang ada di atas maupun di bawah permukaan.

Gunungsewu berada di Yogyakarta. Membentang dari Kabupaten Bantul sampai Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Studi masa lalu memberikan gambaran bahwa di balik bentang alam yang keras, Gunungsewu menyediakan kondisi yang ideal seperti gua sebagai hunian, sumber air, serta flora dan fauna sebagai penopang kehidupan manusia di jaman prasejarah. Gunungsewu yang berarti seribu gunung ternyata memiliki jumlah bukit yang lebih dari seribu yaitu 7.280 bukit. Namun, jumlah bukit tersebut  semakin tergerus akibat aktifitas penambangan karst. Saat ini diperkirakan tersisa 990 bukit.

Saat ini vegetasi yang bertahan adalah spesies yang tahan terhadap kondisi kering dengan konsentrasi unsur hara yang rendah.  Kelompok tanaman hasil usaha masyarakat yang dibudidayakan yaitu tanaman semusim, tanaman keras, tanaman buah dan tanaman perdu. Sedangkan kelompok fauna terbagi menjadi kelompok hewan bertulang belakang (burung, ikan, reptile dan amfibi) dan hewan tidak bertulang belakang (molusca, krustasea, chilopoda, diplopoda, arachnida, dan insekta).

Selain potensi flora dan fauna, Gununugsewu memiliki kawasan karst seluas 1.300 km2. Di bawah bukit karts terdapat gua-gua yang dialiri sungai. Luweng Jaran di Pacitan adalah gua terpanjang Gunungsewu dengan panjang total mencapai 20 km, gua terdalam adalah Luwung Buh dengan kedalaman 200m dan gua terpenting sebagai penopang sumber air bagi masyarakat Gunung Kidul adalah Gua Seropan.

Diharapkan buku ini dapat memberi manfaat dan masukan sebagai dasar rekomendasi pengelolaan dan perlindungan Karst Gunungsewu sebagai sebuah ekosistem yang utuh imbuh Cahyo.

Pulau Wawonii: Keanekaragaman Ekosistem, Flora, dan Fauna

Sementara itu, Rugayah, dalam bukunya yang berjudul Pulau Wawonii: Keanekaragaman Ekosistem, Flora, dan Fauna, mengungkapkan bahwa buku ini merupakan rekaman hasil penelitian dan ekplorasi tim Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI di Pulau Wawonii di sebuah pulau kecil di bagian tenggara Sulawesi. Menurutnya, buku ini memuat informasi yang mencakup flora, fauna serta ekosistem Pulau Wawonii.

Secara etimologi, wawo berarti daratan atau gunung sementara nii berarti kelapa. Namun tidak hanya sekedar tumbuhan kelapa yang ada disini, menurut Rugayah, pulau ini memiliki hutan mangrove, hutan pantai, dan hutan pamah. Terdapat juga keanekaragaman jenis kelompok monokotil dan dikotil, selain itu ditemukan juga beberapa jenis jamur. “Masyarakat di Pulau Wawonii mengenal jamur dengan nama ulepe atau olepe. Jamur-jamur yang dijumpai sebagian besar termasuk ordo Agaricales dan Aphylloporales. Teridentifikasi sekita 43 jenis jamur makro dan 8 jamur mikro”, terangnya.

Sementara keanekaragaman jenis fauna meliputi, kopepoda, serangga, seperti kupu-kupu, ikan air tawar, reptilia dan amfibi, Avifauna dan mamalia kecil. “Buku ini merupakan salah satu upaya LIPI dalam mengisi kekosongan data dasar sumber daya alam Nusantara-Pulau Wawonii secara menyeluruh yang belum pernah dilaporkan sebelumnya,” tutup Rugayah (sep,ed sa)

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top