• 0000.jpg
  • 001.jpg
  • 01.jpg
  • 11.jpg
  • 21.jpeg
  • 31.jpg
  • 41.jpg
  • 51.jpg
  • 61.jpg
  • 71.jpg
  • 81.jpg
  • 91.jpg
  • 111.jpeg
  • 912.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

 Foto bersama peserta Capacity Building for Museum Prefessionals in Indonesia (Foto : Betsi)

Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerjasama dengan Belanda telah menyelenggarakan Capacity Building for Museum Prefessionals in Indonesia di Jakarta tanggal empat sampai dengan delapan November 2018.

Bapak Fitra Arda selaku direktur PCBM membuka acara dan dihadiri oleh Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Asiantoro, Perwakilan kedutaan Belanda Marleen Kokke Jansen (Senior Policy Officer Culture & Communication) dan  diikuti oleh tiga puluh peserta yang merupakan kepala dan perwakilan museum-museum di Indonesia baik museum pemerintah pusat, daerah (propinsi) maupun swasta

 

Pembukaan acara oleh Bapak Fitra Arda (Foto : Betsi)

Kegiatan berupa paparan materi dari narasumber, diskusi dan kegiatan observasi lapangan yaitu kunjungan ke museum-museum di kota Jakarta. Objek observasi museum terdiri dari : Museum Nasional, Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, dan Museum Kesejarahan.

Materi yang disampaikan narasumber pada intinya tentang pemasaran museum. Mr. Max Maijer memaparkan tentang pemasaran museum berjudul “International Tourism as Opportunity for Museum in Indonesia”,  dan Liestbeth Diepenhorst memprersentasikan tentang pemasaran museum dan bagaimana mengoptimalkan perjalanan pelanggan atau pengunjung dengan judul “Optimising the Customer Journey” dan “Nice To Met You”. Hasti Tarekat sebagai pengarah Capacity Building for Museum Prefessionals in Indonesia, Sri Patmiarsi R. paparannya berjudul Strategi Branding dan Pemasaran Museum Nasional, Dandy Indarto Seno & Winarni tentang Museum Bank Indonesia : Sarana Komunikasi Kebijakan BI dan Kontribusi terhadap pendidikan dan Pariwisata Indonesia, Budi Trinovari tentang Pengalaman di Museum Bank Mandiri : Harapan dan Tuntutan Pengunjung, Sri Kusumawati membawakan presentasi tentang Museum Kesejarahan Jakarta, dan Nina Hidayat tentang Museum macan dengan judul “Menjual” Museum di Indonesia.

Dari kiri ke kanan Max Maijer, Liestbeth Diepenhorst, Hasti Tarekat dan Nina Hidayat   (Foto : Betsi & Dian)

Banyak catatan penting untuk museum di Indonesia khususnya berkaitan dengan pemasaran museum.  dari masing-masing narasumber mempunyai trik atau cara bagaimana mereka menyiasati pengunjung sebagai sasaran pasarnya. Menurut Liesbeth bahwa dalam pemasaran dikenal 7P atau pemasaran campuran yaitu aspek-aspek  yang terdiri dari product, promotion,  price (harga), place (tempat), people (orang), prosess, physical evidence (bukti fisik). “Product” dalam museum berbasis koleksi dan program  publik yang disesuaikan dengan pernyataan visi-misi museum.  Branding sebuah museum hendaknya dapat mengandung nilai-nilai yang bersifat edukatif, inspiratif dan kesenangan. Museum juga harus dapat membangkitkan rasa kebanggaan dari pengunjungnya.

 

Dari kiri ke kanan Sri Patmiarsi, Dandy Indarto , Budi Trinovari dan Sri Kusumawati (Foto : Betsi & Dian)

Beberapa hal yang dapat mempengaruhi “Price” antara lain : visi dapat diakses semua orang, harga tiket kompetitif, dapat disiasati dengan diskon, penawaran paket, strategi e- reseller dan analisa tahunan. Hal hal yang berkaitan “Place” diantaranya adalah menjadikan museum yang indah dan ramai dengan berbagai aktivitas, penyelengaraan acara, pengembangan ruang publik dan museum dapat menarik lebih banyak pengusaha rekreasi. Contoh dalam promosi hal yang dapat dilakukan oleh museum diantaranya adalah ketersediaan website , e-newsletters,  berbagi cerita di media sosial, layanan setelah kunjungan  dan layanan pelanggan. Namun lebih lanjut perempuan dari Belanda ini menjelaskan bahwa bahwa museum perlu membuat berita dan informasi serta peluang foto-foto, pratinjau untuk pers dan pemangku kepentingan,  bekerjasama dengan para duta besar, membangun jejaring pers, dan evaluasi hasil.


The Marketing Mix (Sumber Liesbeth)

“People” atau SDM dipengaruhi antara lain oleh perekrutan tenaga berbakat, pelatihan dan keterampilan, informasi dan alat. Dalam aspek “proses” museum hendaknya fokus pada pelanggan, marketer terlibat dalam pameran dan acara, berbagi analisa dengan para pembuat kebijakan dan program. Aspek terakhir tak kalah penting adalah “physical evidence” antara lain yaitu museum mampu menciptakan pengalaman museum yang  luar biasa bagi pengunjungnya, penelitian keinginan dan kepuasan pengunjung, melebihi harapan pengunjung dan menyempurnakan P6 sebelumnya


Mr. Max Maijer (kiri) dan Liesbeth Diepenhorst narasumber dari Belanda (Foto : Betsi)

“Wisatawan macanega merupakan salah satu peluang bagi museum di Indonesia”, demikan kata Max Maijer di sela-sela penyampaian presentasinya. Direktur International Museums & Heritige Consultant dari Belanda ini menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian tentang wisatawan  asing kenapa mengunjungi Indonesia karena beberapa faktor antara lain : alam, kekayaan laut, multikultur, agama, peninggalan kolonial dan warisan penduduk asli seperti seni, budaya, kerajinan, kuliner dan lain-lain


Foto bersama dengan Peter Carey di Museum Sejarah (Foto : Betsi)

Dalam pelayanan museum sebaiknya memahami salah satu klien / pengunjungnya yaitu wisatawan asing, mengapa demikian karena pada data pengunjung museum di Indonesia menunjukkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara atau pengunjung asing lebih sedikit dibandingkan dengan pengunjung domestik. Hal-hal yang dapat membantu meningkatkan pengunjung asing ke museum meliputi layanan : informasi multi bahasa dan multi level, ceritera dibalik produk dan pengalaman, fasilitas dan layanan dasar, keramahan, menciptakan peluang foto, , interpretasi atau bimbingan, smart media (augmented reality atau bentuk virtual reality) , fasilitas dan konektifitas jaringan internet, keselamatan dan keamanan, dan memberi kabar paska kunjungan, penyediaan denah atau peta museum, WIFI gratis, cinderamata kecil namun berkwalitas, tampilan jalur atau rute yang cepat.

 

Dari training Capacity Building for Museum Prefessionals in Indonesia ini, sebenarnya banyak catatan penting baik dari narasumber ataupun dari museum- museum lain sebagai pembanding, namun akan dibahas pada artikel khusus berkaitan dengan pemasaran museum. Sebagai informasi  bahwa menurut Dedah Rufaedah sebagai salah satu penyelenggara dan penutup acara ini bahwa pelatihan ini merupakan penyelenggaraan yang kedua setelah diadakan bulan Juli 2018 lalu dan akan diadakan kembali rencananya dua kali dalam setahun untuk 2019 dan 2020.

Penulis - Dian Komara

Pengunggah - Pramono

 

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top