• 1.jpg
  • 2.jpg
  • 3.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 6.jpg
  • 7.jpg
  • 8.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

MZB Talk adalah salah satu program gelar wicara yang mendiskusikan beragam topik ilmiah terkait kegiatan MZB. Dengan tanpa mengesampingkan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan terutama dalam menyajikan berbagai fakta secara obyektif, logis dan sistematis, acara MZB Talk dikemas dengan suasana santai dan bahasa populer sehingga lebih mudah difahami oleh masyarakat luas. Pilihan topik yang diangkat kali ini adalah “From field to museum” dengan tujuan untuk menyebarkan informasi mengenai berbagai aspek dalam proses perolehan dan pengembangan koleksi MZB yang dilakukan melalui kegiatan ekspedisi atau eksplorasi lapangan (fieldwork) dan dilanjutkan dengan penelitian intensif.

Salah satu rangkaian dari kegiatan HUT Museum Zoologicum Bogoriense ke-125 yang tepat jatuh pada tahun 2019 diawali dengan dilaksanakannya MZB Talk dan pameran temporer hasil ekspedisi Gunung Katopasa dan Torompupu Sulawesi. Kegiatan yang dilaksakan pada hari Sabtu, tanggal 25 Agustus 2018 bertempat di Aula Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) dihadiri oleh lebih dari 50 peserta dari beberapa LSM, Universitas, SMA, komunitas, purnabakti MZB, dan pengunjung MZB.

Kegiatan MZB talk diawali dengan pemaparan kegiatan ekspedisi yang dilakukan di Gunung Katopasa dan Torompupu yang disampaikan oleh Dr. Anang Setiawan Achmadi, M.Sc. yang juga merupakan koordinator ekpedisi. Sulawesi yang memiliki sejarah pembentukan pulau yang komplek memiliki keistimewaan tersendiri dan menjadi rumah bagi berbagai satwa unik dan endemik. Kegiatan ekpedisi ini merupakan kerja sama penelitian antara Pusat Penelitian Biologi–LIPI dengan UC Berkeley, USA dan Museum Victoria, Australia untuk mengungkap keanekaragaman hayati yang tersimpan di kedua gunung tersebut. Pada kesempatan ini Anang menyampaikan berbagai tahapan kegiatan yang harus dilakukan dalam melakukan suatu ekspedisi, mulai dari persiapan, pemantapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan. Adapun tujuan dari ekspedisi ini selain untuk inventory biodiversitas dan studi molekuler filogeografi, juga diharapkan dapat menemukan jenis baru. Banyak manfaat yang diperoleh melalui kegiatan kerja sama penelitian ini diantaranya penambahan koleksi spesimen di MZB LIPI, workshop molekuler database serta analisis dan training mahasiswa S1, S2, S3, Postdoc, teknisi penelitian baik Indonesia maupun Amerika. Disampaikan pula sampling protocol dari beberapa taxon dan preparasi spesiman untuk dikoleksi dengan kualitas baik dimana data dari tiap spesimen dilengkapi dengan waktu koleksi, locality, koordinat GPS, ketinggian, sex, kondisi reproduksi serta data ekologi seperti mikrohabitat, diameter pohon, ketinggian, jarak dengan air dll.

Selanjutnya narasumber dari burung Tri haryoko, S.Pt, M.Si, menyampaikan jika pemilihan lokasi penelitain di Sulawesi tepat karena kekayaan dan keragaman biota edemik yang dimiliki. Dari kegiatan ekspedisi yang dilakukan di Gunung Katopasa dan Torompupu, banyak dijumpai jenis-jenis endemik Sulawesi dan yang menarik adalah dijumpainya jenis Tachybaptus ruficollis pada ketinggian 1526 m. Sedangkan Pungki Lupiyaningdyah, S.Si, M.Sc. menyampaikan hasil kegiatan penelitian yang dilakukannya bersama tim serangga untuk capung, kumbang, kupu-kupu, kupu-kupu malam dan laba-laba. Ditampikan beberapa koleksi serangga yang diperoleh dari Gunung Katopasa yang menarik dan beragam. Hal menarik lain dari koleksi serangga yang dilakukan adalah kumbang moncong, yang memilki tingkat edemisitas dan diversitas jenis yang tinggi juga sebagai penyusun utama biodiversitas hutan hujan tropis dimana diperoleh 101 jenis baru dari Papua. Dari hasil pra-seleksi awal dari kegiatan ekspedisi di Sulawesi diperoleh 1 jenis baru dari Gunung Torompupu, 5 jenis baru dari Gunung Katopasa dan 14 jenis baru dari Gunung Galang-Dako. Dan untuk herpetofauna, disampaikan bahwa koleksi yang dilakukan selain untuk disimpan di MZB sebagai rujukan ilmiah, juga sebagai sarana mengedukasi masyarakat untuk memahami pentingnya menjaga kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia yang begitu beragam. Beberapa hal penting yang menjadi catatan dalam upaya melakukan koleksi herpetofauna adalah mengutamakan keselamatan dengan mempersiapkan berbagai alat atau bahan yang diperlukan dan harus tersedia selama ekspedisi dilakukan.

Pada sesi diskusi, peserta dari Taman Burung TMII menanyakan metode koleksi yang dilakukan mengingat Gunung Katopasa dan Torompupu merupakan kawasan yang cukup luas. Menjawab hal tersebut, Tri Haryoko, S.Pt, M.Si. menyampaikan bahwa perlunya mempertimbangkan keterwakilan habitat dari luas gunung dan kawasan penelitian yang bisa dilakukan dengan cara pendekatan melalui penentuan kawasan (bisa melalui jalur pendakian) dan difokuskan pada ketinggian tertentu dengan memperhitungkan lamanya penelitian yang disesuaikan dengan kondisi dari taksa tersebut. Selain itu, seorang mahasiswa IPB yang menanyakan koleksi spesimen yang mencukupi dan menunjang untuk proses identifikasi mendapatkan penjelasan dari Dr. Anang Setiawan Achmasi, M.Sc. bahwa semakin banyak spesimen yang dikoleksi akan semakin baik dan sangat menunjang dalam proses analisis dan validasi data, serta dilihat dilihat variasinya karena dalam satu lokasi dimungkinkan adanya perubahan jumlah koleksi yang dihasilkan. Sementara salah seorang purnabakti Bidang Zoologi, Pranowo mempertanyakan perihal sharing spesimen antara pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ekspedisi dan kerja sama dengan pihak BKSDA dimana koordinator ekspedisi memberi tanggapan bahwa untuk sharing spesimen koleksi bagian untuk MZB lebih banyak dari masing-masing peneliti yang terlibat dalam ekspedisi sebagai antisipasi bila terjadi biodiversity loss, sementara kerja sama dengan pihak BKSDA sudah dilakukan dengan terbuka bila memang ada pihaknya yang ingin ikut terlibat, demikian pula dengan pihak universitas bila memang anggaran penelitiannya memungkinkan.

Pada akhir acara, Kepala Subbidang Sarana Zoologi yang mewakili Kepala Bidang Zoologi menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan MZB Talk dan berharap kegiatan ini dapat bermanfaat dan menjadi ajang sharing pengetahuan. Istimewanya MZB karena memiliki sarana diseminasi kepada masyarakat untuk sharing kegiatan kehati yang merupakan kekayaan nusantara sehingga dapat menjawab keingintahuan masyarakat terhadap kehati Indonesia. Sebagai salah satu rangkaian dari kegiatan HUT MZB ke-125, MZB Talk menjadi acara pembuka disamping kegiatan pameran temporer, launching perangko 125th MZB dll. Pada episode selanjutnya akan hadir MZB yang bukan semata-mata menjadi tempat untuk menyimpan barang lama tapi menjadi etalase yang menyajikan hasil-hasil penelitian di Indonesia yang berguna untuk menambah pengetahuan dan wawasan terkait kegiatan penelitian di Indonesia.

Sumber: Yanti Eka Pertiwi

diunggah oleh: yos

 

Info Kegiatan

QR code

qr code

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top