• 00000.jpg
  • slide 01.jpg
  • slide 01a.jpg
  • slide 010.jpg
  • slide 011.jpg
  • slide 0111.jpg
  • slide 1.jpg
  • slide 2.jpg
  • slide 3.jpg
  • slide 4.jpg
  • slide 5.jpg
  • slide 7.jpg
  • slide 7a.jpg
  • slide 7b.jpg
  • slide 11.jpg
  • slide 12.jpg
  • slide 13.jpg
  • slide 14.jpg
  • slide 15.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

JAKARTA, KRJOGJA.com - Peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Dr. Rosichon Ubaidillah, M.Phill, mengatakan di kawasan Asia Pasifi terjadi degradasi ekosistem dan hilangnya kehati berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir.

Dia menjelaskan walaupun kawasan Asia Pasifik memiliki kekayaan 28 persen spesies akuatik (perairan tawar dan laut) dunia, 37 persen telah dinyatakan terancam. Akibatnya, stok sumber kehati dan fungsi-fungsi ekosistem untuk mendukung penyediaan pangan, air dan udara bersih, dan pengendalian kesehatan akan terancam.

"Krisis tersebut akibat perubahan fungsi lahan dan eksploitasi yang cepat dan tidak terkendali. Hal ini karena konsekuensi pertumbuhan pesat, baik populasi maupun kegiatan ekonomi," ujar Prof. Dr. Rosichon Ubaidillah, M.Phill
 
Data menunjukkan, wilayah Asia Pasifik mengalami salah satu tingkat urbanisasi paling tinggi di dunia (2 - 3 persen per tahun) dan pencapaian pertumbuhan ekonomi paling tinggi rata-rata 7,6 persen dibandingkan dengan 3,4 persen rata-rata global. Konsekuensinya, pembukaan lahan baru untuk infrastruktur, lahan pertanian, perumahan dan eksploitasi kehati tidak terbendung. Akibatnya, mendesak kehati dan ekosistem (darat dan laut).
 
Di Asia Tenggara, sekitar 13 persen hutan hilang dalam 25 tahun terakhir dan sekitar 25 spesies endemik terancam punah. “Apabila kerusakan ekosistem terus berlangsung, diprediksi 29 persen spesies burung dan 24 persen mamalia akan punah dalam beberapa tahun ke depan dan 45 persen kehati akan punah dalam tahun 2050,” kata Rosichon.
 
Data di atas membuat para ilmuan khawatir akan merosotnya stok kehati secara drastis untuk kebutuhan umat. Dikhawatirkan pula akan terjadi ongkos lingkungan yang tinggi dari dampak degradasi dan hilangnya kehati tersebut. Artinya, target Sustainable Development Goals (SDGs) untuk meningkatkan standar hidup masyarakat tanpa merusak keanekaragaman hayati secara permanen dan berkelanjutan akan gagal. (*)

Sumber - KRJOGJA

http://www.krjogja.com/web/news/read/61885/i

Pengunggah - Pramono

Info Kegiatan

QR code

qr code

Gallery 

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top