• 0.jpg
  • 1.jpeg
  • 2.jpeg
  • 3.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 6.jpg
  • 7.jpg
  • 8.jpg
  • 9.jpg
  • 91.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

LIHAT GALERI FOTO DI SINI   |   Foto - Aried

IUCN Red List, atau dikenal juga dengan Red Data List pertama kali digagas pada tahun 1964 untuk menetapkan daftar spesies dan upaya penilaian konservasinya. IUCN Red List bertujuan memberi informasi, analisis mengenai status, tren, dan ancaman terhadap spesies untuk dijadikan dasar atau pedoman pengelolaan dan konservasi keanekaragaman hayati.

The IUCN Red List of Threatened Species merupakan strategi pendekatan global yang tidak hanya berisi daftar jenis tetapi juga kompilasi status konservasi jenis di tingkat global berdasarkan informasi ilmiah terkini yang tersedia. The IUCN Red List telah menjadi sistem yang paling banyak diadopsi secara internasional untuk menilai risiko kepunahan spesies. Indonesia baru saja membentuk otoritas daftar merah yang disebut Indonesian Plant Red List Authority (IPRLA). Pembentukan IPRLA yang bekerja untuk menilai Flora Indonesia akan sangat berguna untuk membantu pemerintah Indonesia mengakses data yang akurat tentang status konservasi jenis tanaman di Indonesia.

Pusat Penelitian Biologi menerima delegasi peserta Regional Meeting Of Global Trees Specialist Group And Red List Training Workshop padasenin, 26 Februari 2018, bertempat di Ruang Seminar Besar, Gedung Botani - Mikrobiologi, Pusat Penelitian Biologi - LIPI, Cibinong Science Center (CSC).Dihadiri oleh: FFI, FPLI, UNAS, BGCI, Bogor Botanic Gardens, Puslitbang Hutan - KLHK, IPB/FPLI, UK Forestry Commission, Forest Research Institute, Sarawak Forestry, Sabah Forestry Department, Singapore Botanic Gardens, Papua New Guinea Forest Research Institute, University of the Philippines Los Baños, BGCI/SEABG Network. Kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan acara Red List Training Workshop selama 2 hari yang bertempat di Gedung Kusnoto Bogor, pada tanggal 27 – 28 Februari 2018.

Red List Training Workshop akan dihadiri 52 pesertadari Members of Indonesian Plant Red List Authority (IPRLA): RCB-LIPI, FORDA, BBG-LIPI, SEAMEO Biotrop, FFI-IP, University of Papua, dan peserta  non-members of IPRLA  antara lain: Botanic Gardens Conservation International, Fauna & Flora International, UK Forestry Commission, Westonbirt Arboretum and GTSG, FRIM, Malaysia, Sarawak Forestry, University Malaysia Sabah, Papua New Guinea Forest Research Institute, De La Salle University herbarium, Philippines, University of the Philippines, Los Baños, Museum of Natural History, University of the Philippines Los Baños, University Brunei Darussalam, Singapore Botanic Gardens, Government of Sabah, Malaysia.

Tujuan dari rangkaian kegiatan ini adalah berbagi informasi terkini mengenai status daftar merah dari tiap Negara partisipan dan bersama-sama untuk memenuhi target capaian Global Tree Assessment (GTA) di tahun 2020.

Prof Dr. Enny Sudarmonowati

Pertemuan ini dibuka oleh Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, selaku Deputi IPH LIPI yang dalam sambutannya beliau sangat mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan Red List Training Workshop yang diadakan di Indonesia serta mendukung pembentukan otoritas daftar list atau Indonesian Plant Red List Authority (IPRLA).

Lebih jauh Prof. Enny mengungkapkan bahwa penguatan kelembagaan Scientific Authority bidang hayati dan implementasi kegiatan IBSAP dan Global Trees Campaign (GTC) merupakan sebuah program konservasi pepohonan internasional yang melibatkan Botanic Garden Conservation International dan Fauna & Flora International.

Dr. Malin Rivers

Dr. Malin Rivers, Kepala Program Konservasidari Botanic Gardens Conservation International, dalam paparan presentasinya yang berjudul ”Regional Global Tree Specialist Group meeting 2018 – Global Tree Assessment”, mengatakan bahwa meeting GTSC ini akan memaparkan kondisi terkini inisiasi Red List disetiap Negara sedangkan David Gill memberikan presentasi Global Trees Campaign (GTC) pada sesi siangnya untuk bias diskusi tentang banyak hal. Sedangkan Malin juga mengatakan Global Tree Assessment (GTA) bertujuan untuk bias menentukan status konservasi semua pohon target pada tahun 2020.

Hal tersebut hanya bisa dicapai jika semua Negara berkolaborasi untuk melakukan hal serupa sehingga kesamaan persepsi dalam penyusunan daftar merah di tiap Negara sangat penting. Pedoman standar yang paling banyak digunakan sampai saat ini adalah IUCN Red List. Global Tree Assessment (GTA) sendiri sudah melakukan Assessment terhadap 60,065 pohon – pohon sejak tahun 2017. Informasi lebih lengkap bias mengunjungi link laman berikut: :www.bgci.org/plant-conservation/globaltreesearch/

Pada kesempatan yang sama para delegasi dari berbagai negara yang diundang mempersentasikan Tanya jawab.

Red List Training Workshop dilakukan untuk memberikan pengetahuan yang kekinian dan indicator dalam penentuan status konservasi suatu jenis dan oleh karena peserta berasal dari berbagai institusi/Lembaga baik pemerintah, maupun non pemerintah, diharapkan proses penyusunan daftar merah Indonesia akan lebih cepat mencapai target.

Artikel ditulis oleh: Sri Handayani

Untuk informasi lebih lanjut :

  1. Dr. Yulita Kusumadewi, Peneliti Bidang Botani Pusat Penelitian Biologi LIPI, (email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )
  2. Dr. Henti Hendalastuti Rachmat, Puslitbang Hutan KLHK, (email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. ).

Diunggah Oleh - Pramono

Info Kegiatan

QR code

qr code

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top