• slide 0.jpg
  • slide 01.jpg
  • slide 01a.jpg
  • slide 011.jpg
  • slide 0111.jpg
  • slide 1.jpg
  • slide 2.jpg
  • slide 3.jpg
  • slide 4.jpg
  • slide 5.jpg
  • slide 7.jpg
  • slide 7a.jpg
  • slide 7b.jpg
  • slide 11.jpg
  • slide 12.jpg
  • slide 13.jpg
  • slide 14.jpg
  • slide 15.jpg
  • slide 1000.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

Jakarta - Kisah pilu ABG Syahril tewas dipatuk King Kobra peliharaannya disesalkan banyak pihak. Ilmuwan LIPI bidang herpetologi, cabang ilmu yang mempelajari makhluk amfibi dan reptil, Amir Hamidy, menyebut seharusnya King Kobra tak dipelihara karena sangat berbisa.

 

"King Kobra itu tidak boleh (dipelihara)," ujar Amir dalam perbincangan, Sabtu (16/12/2017) malam.

Amir mengatakan King Kobra adalah ular paling berbisa di antara jenisnya. King Kobra sendiri merupakan ular berbisa terpanjang di dunia sehingga membuatnya makin berbahaya.

"Sekali menggigit, kuantitas atau jumlah venomnya (racun) lebih banyak di antara jenis ular lainnya. Kalau manusia, ya bukan tandingannya. Manusia akan meninggal kalau digigit, gitu," jelas Amir.

Menurut Amir, Indonesia sendiri masih kekurangan stok antivenom King Kobra. Ada beberapa alasan versi Amir mengapa Indonesia tidak punya terlalu banyak serum antibisa King Kobra.

Penjelasan dari Amir, pemerintah dalam menyediakan antibisa King Kobra pasti merujuk data. Data tersebut tentang jumlah orang Indonesia yang digigit King Kobra secara tidak sengaja.

Kabar baiknya, lanjut Amir, jarang sekali kasus masyarakat di Indonesia terpatuk King Kobra secara tidak sengaja. Yang ada, King Kobra menyerang dan menyemprotkan racunnya ke tubuh manusia yang mempergunakan satwa liar itu untuk atraksi. Di situlah petaka bagi orang yang dipatuk King Kobra dengan 'sengaja'.

"Orang kalau kegigitnya itu hanya karena atraksi-atraksi ini, ya pemerintah gimana mau bikin antibisanya? Kalau misalnya tergigit itu banyak dan melibatkan rakyat yang lagi bekerja atau kegigit tidak sengaja, ini yang kegigit yang sengaja bermain," urai Amir.

Amir mengimbau masyarakat, siapapun mereka, agar tak bercanda dengan ular berbisa, apalagi King Kobra. Racun King Kobra bersifat neurotoksin atau menyasar saraf pernapasan.

Sekali tergigit King Kobra, ucap Amir, napas manusia jadi taruhannya. Sedangkan napas sendiri merupakan salah satu unsur yang memengaruhi hidup dan mati manusia. Peluang manusia bertahan hidup setelah dipatuk bisa oleh King Kobra, dikatakan Amir, rendah.

"Sarafnya (yang diserang racun King Kobra) adalah saraf pernapasan, dia pasti shut down pernapasan, gagal napas dan lain sebagainya. Beberapa korban yang selamat itu biasanya pakai ventilator yang kuat, jadi dipertahankan saraf pernapasannya. Itupun bukan hal yang murah mendapatkan ventilator," tutur Amir.

Sumber:

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews

Minggu 17 Desember 2017, 10:46 WIB

diunggah oleh: ys

 

Info Kegiatan

Gallery 

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top