• 000.jpg
  • 11.jpg
  • 21.jpeg
  • 31.jpg
  • 41.jpg
  • 51.jpg
  • 61.jpg
  • 71.jpg
  • 81.jpg
  • 91.jpg
  • 111.jpeg
  • 912.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

Tidak ada ulat di Indonesia yang bisa membunuh. (Foto: Dok. Istimewa)

Beredar kabar ada ulat mematikan yang bisa membunuh manusia dalam waktu satu hari, bahkan dalam beberapa jam saja.

Berita ini beredar di WhatsApp serta sejumlah blog dan media sosial dengan dalih untuk memberi peringatan kepada masyarakat mengenai bahayanya ulat ini.

 

Andrea Pirlul
on Wednesday

Hati2 ya dengan ulat ini.ulat mematikan.

No automatic alt text available.

 

Image may contain: plant, outdoor and nature
 

 

 

 

 

Menanggapi hal ini, Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPB-LIPI) memberikan jawaban mengenai kabar adanya ulat mematikan tersebut.

Dr. Hari Sutrisno, peneliti ulat dari PBB-LIPI, mengatakan bahwa tidak ada ulat yang menyebabkan kematian.

“Harus dipahami, racun dalam hewan itu ada dua jenis. Yang menyebabkan iritasi dan menyerang syaraf. Kalau menyerang syaraf itu seperti kalajengking. Kalau ulat tidak ada," terang Hari dalam jumpa pers di Media Center LIPI Gatot Subroto, Jumat siang (15/12).

Pernyataan ini sekaligus menegaskan, bahwa kabar mengenai ulat yang bisa membunuh manusia adalah hoax atau kabar bohong.

 

Bapak Dr. Hari Sutrisno (Peneliti Ulat LIPI) (Foto:  Zahrina/kumparan)

Beberapa jenis ulat seperti ulat Lymantriidae yang pernah menyerang Probolinggo hingga menjadi Kasus Luar Biasa (KLB) memang merupakan ulat beracun, namun racun tersebut tidak akan menyebabkan kematian, hanya menyebabkan iritasi.

Sementara di wilayah perkebunan sawit di Kalimantan pernah diserang hama berupa ulat Limacodidae atau ulat api. Ulat ini memiliki bulu yang panjang, tajam, dan lebar. Karena itu, bila terkena kulit, bulunya akan masuk dan menyebabkan rasa panas dan gatal yang luar biasa.

Meski tidak mematikan, ulat tetap harus dihindari, karena memang ulat memiliki racun yang dapat membuat iritasi.

 

Ulat yang Dianggap Mematikan (Foto: Istimewa)

Terdapat dua jenis racun pada ulat, yaitu pasif dan aktif. Racun pasif adalah racun yang tidak punya saluran untuk keluar dari tubuhnya, sehingga baru meracuni ketika dimakan predator.

Racun aktif dapat menyerang melalui saluran, misalnya bulu-bulu ulat. Racun ini merupakan mekanisme pertahanan diri ulat dari predator, sehingga meskipun tidak mematikan, hendaknya kita jangan sampai sampai menyentuh ulat itu.

Hari menyayangkan adanya kabar bohong mengenai ulat yang bisa membuat kepanikan. Ia mengatakan, penyebab dari beredarnya kabar ini adalah karena kurangnya pendidikan lingkungan di masyarakat.

Contohnya ketika ada KLB di Probolinggo tahun 2012, kepanikan terjadi karena adanya hama ulat sehingga dilakukan pemangkasan besar-besaran terhadap pohon mangga. Sayangnya, pemangkasan itu menyebabkan pohon menjadi rusak dan tidak bisa tumbuh lagi.

Sumber - KUMPARAN

Pengunggah - Pramono

Info Kegiatan

QR code

qr code

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top