• 000001a.jpg
  • 000001b.jpg
  • 000001c.jpg
  • 000001d.jpg
  • 000001e.jpg
  • 00015logo30thmab3.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

 

Ulat Bulu (Foto: Pizxabay)

Belum lama ini beredar kabar hoax di masyarakat luas ada sejenis binatang ulat bulu yang mematikan. Kabar hoax yang beredar itu menyebutkan, orang yang terkena gigitan atau berkontak langsung dengan ulat itu, dapat mati dalam waktu empat jam.

Meski Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPB-LIPI) telah menegaskan bahwa tidak ada ulat bulu mematikan di Indonesia yang dapat membunuh manusia, di Indonesia sebenarnya ada pula jenis ulat bulu beracun yang berbahaya karena dapat menyebabkan rasa sakit pada kulit manusia --tapi tentu saja tidak sampai membunuh.

Hari Sutrisno, peneliti ulat dari PPB-LIPI menjelaskan, ulat beracun adalah ulat yang  minimal mempunyai satu atau lebih kelenjar racun dan mekanisme eksresi serta alat untuk menginjeksi racun. Secara garis besar, ulat beracun dikelompokan ke dalam dua kelompok, yaitu beracun aktif dan beracun pasif.

“Yang dimaksud dengan beracun pasif adalah ulat mempunyai kelenjar dan saluran racun, tetapi tidak mempunyai alat untuk menyuntikan venom (bisa/racun). Sedangkan kelompok yang beracun aktif, selain mempunyai kelenjar racun juga dilengkapi alat untuk memasukan racun ke tubuh lawan atau binatang lain, misalnya ulat Limacodidae,” terang Hari dalam jumpa pers di Media Center LIPI Gatot Subroto, Jumat siang (15/12).

Dr. Hari Sutrisno (Peneliti Ulat LIPI) (Foto:  Zahrina/kumparan)

Lalu, apa saja karakteristik ulat beracun? Hari menjelaskan, ada beberapa macam bulu atau duri dari ulat yang mengandung racun sebagai penyebab rasa sakit.

Pertama, bulu-bulu normal, misalnya bulu-bulu pada ulat Noctuidae dan Arctiidae. “Bulu-bulu yang halus mudah putus ujungnya dan akan masuk ke dalam kulit manusia atau binatang bila terjadi kontak langsung dan bisa menyebabkan rasa sakit,” tutur Hari.

Kedua, struktur khusus pada ujungnya, misalnya bulu-bulu pada ulat Lasiocampidae.  Bulu-bulunya biasanya menempel lekat pada tubuh larva. Bulu-bulunya agak tebal dengan pangkal yang tumpul dan menebal. Ujung yang tajam pada bulu-bulu itu menunjukkan struktur yang menyerupai mata gergaji. Bila ini mengenai kulit manusia, dapat menyebabkan iritasi.

Sumber : KUMPARAN

Pengunggah - Pramono

Info Kegiatan

QR code

qr code

Gallery 

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top