• slide 0.jpg
  • slide 01a.jpg
  • slide 011.jpg
  • slide 0111.jpg
  • slide 1.jpg
  • slide 2.jpg
  • slide 3.jpg
  • slide 4.jpg
  • slide 5.jpg
  • slide 7.jpg
  • slide 7a.jpg
  • slide 7b.jpg
  • slide 11.jpg
  • slide 12.jpg
  • slide 13.jpg
  • slide 14.jpg
  • slide 15.jpg
  • slide 1000.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

Foto bersana para peserta workshop museum dan koleksi (Foto Arid)

LIHAT GALERI FOTO   |   Foto - M. Aried

Ruang Seminar Botani-Mikro, Cibinong Science Center  (CSC),  13-14/11/2017 - Dalam rangka HUT - LIPI ke 50 juga Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN-2017), Pusat Penelitian Biologi LIPI menyelenggrakan "Workshop Museum dan Koleksi"

Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI Dr. Witjaksono MSc. membuka workshop dengan mengusung tema “Mendekatkan Manusia Dengan Alam dan Mendekatkan Alam Dengan Manusia”. Dalam kegiatan ini peserta yang hadir terdiri dari perwakilan museum-museum yang ada di Bogor yaitu Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (MUNASAIN), Museum Zologi Bogor dan Museum Perjuangan, serta perwakilan dari laboratorium kelompok penelitian Botani. Sedangkan sebagai nara sumber yaitu Dr. Aurora Murnayati dari Museum Geologi Bandung.

Kegiatan workshop merupakan salah satu rangkaian kegiatan simposium yang bertujuan mempertemukan para peneliti, akademisi dan stakeholder untuk saling membagi pengetahuan dan hasil-hasil penelitian untuk memastikan pemanfaatan yang berkelanjutan dari puspa dan satwa di Indonesia. Disamping itu tujuan khusus workshop yakni berbagi atau sharing pengetahuan tentang peningkatan pemahaman pengelolaan, koleksi dan peran peting museum. Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan kapasitas kurator museum dan memakasimalkan pengelolaan museum.

Nara Sumber dari Museum Geologi Bandung (Foto Arid)

Materi yang disampaikan terdiri dari: Pembahasan tentang museum dan koleksinya; peran penting serta strategi pengelolaannya. Awal penyampaian materi diisi dengan pengenalan siapa kita (museum) artinya menemukan dan mengenali siapa pekerja museum, kemudian memahami kembali apa yang dilakukan oleh pekerja museum, selanjutnya memahami proses kerja sebagai pekerja museum. Berikutnya meninjau kembali pemahaman museum dan koleksi, mengidentifikasi terminologi dalam aktivitas bekerja di museum; memahami kembali salah satu aspek dalam manajemen museum, mendokumentasikan objek dan menghindari penilaian subjektif.

Penyampaian materi dillakukan melalui presentasi dan diskusi interaktif dalam bentuk kelompok- kelompok yang berlangsung di ruangan. Dalam diskusi terdapat 3 kelompok dan setiap kelompok dipresentasikan hasil-hasil diskusi kemudian dipresentasikan oleh penyaji yang ditunjuk oleh masing-masing  kelompoknya.

Suasana penyampaian materi dalam bentuk diskusi kelompok (Foto Arid)

Dalam presentasi yang disampaikan nara sumber diantaranya bahwa untuk memahami perkembangan museum ada baiknyamengetahui tentang sejarah museum. Museum di Eropa pada awalnya digunakan untuk menyebut sebuah kuil yang didirikan untuk para Muse. Muse yaitu Sembilan dewi yang melindungi kesejahteraan dari epik, musik, puisi cinta, oratori, sejarah, tragedi, komedi, dansa dan astronomi. Pada periode selanjutnya di Alexandria telah muncul museum pertama oleh Ptolemaios I yang juga berfungsi untuk menyimpan koleksi dan sebagai tempat penelitian serta pendidikan. Museum dimasa lalu adalah sebagai tempat mengumpulkan, menyimpan dan merawat koleksi artefak bagi kalangan tertentu baik perorangan, keluarga, kelompok organisasi hingga institusi pemerintah maupun swasta.Namun hingga kini paradigma museum telah berubah seperti yang berlaku di Indonesia mengacu pada Undang Undang dan Peraturan Pemerintah (PP).

Seperti yang disampaikan Aurora mengutip dari PP No.19/1995-Pemeliharaan danPemanfaatan Benda Cagar Budaya bahwa pengertian museum adalah lembaga tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.Acuan lain tentang pengertian museum di Indonesia dinyatakan dalam UU No 11/2010 tentang Cagar Budaya bahwa museum  merupakan lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi berupa benda, bangunan, dan atau struktur yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya atau yang bukan Cagar Budaya, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat.

Salah satu objek koleksi dalam materi pelatihan (Foto Arid)

Pada hakekatnya pengertian museum itu sendiri tidak berubah yaitu sebagai lembaga permanen non profit, museum sebagai lembaga pelayanan masyarakat dan terbuka untuk umum guna pelestarian, penelitian, komunikasi dan pameran dengan tujuan untuk studi, pendidikan dan hiburan dari benda dan lingkungannya yang bersifat tangile dan intangible. Pengertian non profit menurutnya lebih kepada manajemen yang bersifat akuntabilitas dan trasparansi. Aurora memberikan contoh gamblang dari pengertian kasar mendapatkan profit yang ia maksud adalah misalnya menjual koleks dan itu sangat tidak dibenarkan.

Dalam presentasinya pula  menyatakan bahwa tugas pokok museum adalah Pelestarian warisan alam dan budaya (pelestarian), dan penyajian untuk masyarakat (komunikasi) untuk tujuan pendidikan, pengetahuan dan enjoyment. Namun bila kita lihat pada sumber lain seperti yang dinyatakan Peter Van Mens (2003) bahwa fungsi dasar museum  adalah  penelitian (Research), Pelestarian (Preservation) dan komunikasi (Communication). Penelitian mengacu  pada penelitian berbasis warisan budaya dan berhubungan dengan disiplin ilmu tertentu, Pelestarian dapat diartikan kegiatan  perawatan fisik dan administrasi warisan yang terdiri dari kegiatan pengumpulan, dokumentasi, konservasi dan restorasi. Sedangkan Komunikasi adalah merupakan kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui pameran, kegiatan pendidikan dan publikasi. 

 

Suasana diskusi dan presentasi kelompok (Foto Arid)

Penyampian singkat berikutnya antara lain tentang bangunan dan fungsinya, kemudian tentang koleksi museum dengan catatan sebagai berikut : bahwa yang disebut koleksi museum menurut Peraturan Pemerintah Nomor19 Tahun1995, menyatakan bahwa benda cagar budaya di museum adalah semua koleksi museum berupa benda cagar budaya bergerak atau benda cagar budaya tertentu yang disimpan, dirawat, diamankan, dan dimanfaatkan di museum. Koleksi Museum yang selanjutnya disebut Koleksi adalah benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan atau Struktur Cagar Budaya dan atau Bukan Cagar Budaya yang merupakan bukti material hasil budaya dan atau material alam dan lingkungannya yang mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, kebudayaan, teknologi, dan atau pariwisata

 

Penjelasan materi dari nara sumber kepada salah satu kelompok peserta  (Foto Arid)

Aurora melanjutkan penjelasannya berkaitan dengan materi koleksi terbagi menjadi organik dan anorganik. Materi organik yaitu bahan yang berasal dari mahluk hidup misalnya tumbuhan dan hewan sedangkan materi koleksi anorganik dicontohkan beliau seperti keramik, kaca, logam, batuan dan lain-lain. Materi koleksi museum juga dapat berbahan campuran dari keduanya paparnya sambil menunjukan contoh-contoh koleksinya.Berkaitan dengan pekerja museum ia menerangkan bahwa harus profesional. Prilaku pekerja museum yang profesional diantaranya : mengacu dan patuh kepada Undang-Undang, tanggungjawab, berprilaku profesional, tanggung jawab akademis dan ilmiah, anti pasar gelap, menjaga rahasia, keamanan koleksi, pengecualian rahasia dan hubungan profesional. Paparan berikutnya mengenai musealisasi yaitu bagaimana proses alur benda menjadi benda museum, presentasi memaparkan tentang profesionalisme pengelolaan koleksi museum berbasis konservasi.

Hal lain yang berkaitan dengan interpretasi koleksi yaitu dari hasil pengalaman kelompok peserta ternyata pemaknaan sebuah koleksi sangat bisa terjadi perbedaan pandangan sehingga menterjemahkan benda koleksi museum dapat berbeda-beda.  Pemberian deskripsi pada objek koleksi dapat dilakukan seluas luasnya oleh kurator museum sehingga diperoleh pengkayaan objek koleksi. Mulai dari bentuk koleksi, ukuran, nilai materi, nilai seni, dan nilai lainnya.

Penulis - Dian Komara (Humas Pusli Biologi LIPI)

Pengunggah - Pramono
   

Info Kegiatan

Gallery 

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

Newsletter

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top