• 0.jpg
  • slide 01a.jpg
  • slide 011.jpg
  • slide 0111.jpg
  • slide 1.jpg
  • slide 2.jpg
  • slide 3.jpg
  • slide 4.jpg
  • slide 5.jpg
  • slide 7.jpg
  • slide 7a.jpg
  • slide 7b.jpg
  • slide 11.jpg
  • slide 12.jpg
  • slide 13.jpg
  • slide 14.jpg
  • slide 15.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

Ilustrasi Kelinci Jawa

RMOLJabar. Populasi kelinci Jawa atau yang memiliki nama latin Lepus nigricollis kini telah memasuki daftar merah IUCN Red List of Threatened Species. Kelinci yang hidup di wilayah Jawa Barat sudah sangat sulit ditemukan keberadaannya. Hal tersebut diakui Staf peneliti laboratorium Mamalia, Bidang Zoologi Puslit Biologi-LIPI, Yuli Fitriana.

 

"Kami memiliki koleksi terakhir kelinci Jawa itu sekitar tahun 1940 yang ditemukan dari wilayah Bogor. Tentu kami sangat senang ada sumbangan dari wilayah Karawang pada tahun 2017. Secara morfologi ini merupakan kelinci Jawa," ujar Yuli, saat menerima kelinci Jawa oleh Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum (ForkadasC+) kepada LIPI untuk tujuan ilmu pengetahuan dan konservasi hewan endemik, Rabu (12/7).

Menurut Yuli, Kelinci Jawa memiliki bulu berwarna hitam pada tengkuk leher, bulu bergaris putih pada bagian dahi dan kuping, serta bagian kaki yang panjang seperti kancil. Menurutnya, LIPI akan sangat bangga akan memiliki dan dapat mempelajari Kelinci Jawa dalam keadaan hidup.

"Memang belum ada penelitian mengenai populasi di Indonesia. Tetapi seperti Kelinci Sumatera, Kelinci Jawa ini sudah sangat sulit ditemukan," kata Yuli.

Menurut Yuli Kelinci Jawa memiliki habitat di wilayah savana dan bebatuan. Dimana seperti wilayah daratan karst. Berbeda-beda dengan Kelinci Sumatera yang hidup di wilayah dataran tinggi.

"Kami akan mencoba meneliti lebih dalam lagi mengenai Kelinci Jawa. Saat ini kondisinya masih lumayan stres, perlu penanganan," ucapnya.

Sementara itu, menurut Ketua Harian ForkadasC+, Hendro Wibowo kelinci ini ditemukan saat memasuki kawasan industri. Kemudian ditemukan oleh pengelola salah satu industri otomotif di wilayah tersebut.

"Wilayah industri di daerah Ciampel ini berbatasan dengan hutan di Karawang. Lalu dia mulai masuk ke dalam kawasan industri yang dulu juga habitatnya. Saat itu kami mendengar ada informasi yang menangkap kelinci tersebut dan kami meminta untuk diserahkan kepada kami untuk kami ketahui jenis kelinci liar tersebut. Karena kami sedang mendata sejumlah hewan endemik yang masih ada dan cukup langka salah satunya adalah kelinci Jawa," terangnya.

Setelah itu, organisasi lingkungan ini segera melakukan komunikasi dengan LIPI untuk mengetahui pasti jenis kelinci liar yang ditemukan di wilayah industri di Karawang.

"Kami rawat terlebih dahulu untuk menghilangkan stress pada kelinci. Sekitar beberapa hari dengan memberikan perawatan khusus. Kemudian kami langsung menyerahkan kelinci tersebut kepada LIPI dan Alhamdulillah merupakan kelinci Jawa yang sudah sangat langka," kata Hendro.

Pihaknya berharap dengan ditemukannya salah satu mamalia endemik Jawa Barat yang sudah langka tersebut. Mampu memberikan sumbangsih bahwa pembangunan harus tetap menjaga konservasi alam demi khususnya habitat kelinci Jawa.

Sumber Berita : RMOLJabar

Artikel ini diunggah oleh Pramono pada tanggal 13 July 2017

Info Kegiatan

Gallery 

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

Newsletter

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top