• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

Sumber daya manusia yang kurang terlatih dan kapasitas yang tidak memadai pada taksonomi merupakan salah satu hambatan dalam pelaksanaan komitmen CBD, terutama di kawasan ASEAN.

Minimnya informasi ilmiah tentang keanekaragaman hayati adalah masalah penting dalam penilaian dan prediksi perubahan keanekaragaman hayati, terutama disebabkan kurangnya kapasitas taksonomi dalam pengumpulan data dan analisis. Untuk mengatasi masalah tersebut diadakanlah pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Biologi-LIPI, bersama ASEAN Center for Biodiversity (ACB) dan East and Southeast Asia Biodiversity Information Initiative (ESABII) pada Rabu-Jumat (1-3/3) di Herbarium Bogoriense, Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong. Kegiatan ini melibatkan narasumber Dr. Atik Retnowati, Prof. Dr. Dedy Darnaedi, Prof. Mien A. Rifai, Dr. Kentaro Hosaka, Dr. Tsutomu Hattori dan Dr. Edwino Fernando.

Acara dibuka oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Bambang Dahono Adji, M.M., M.Si sekaligus sebagai focal poin CBD. Dalam kata sambutannya Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati mengatakan bahwa sebagai bagian dari Konvensi Keanekaragaman Hayati, negara-negara ASEAN khususnya dan ASEAN +3, menyadari bahwa pengelolaan dan konservasi keanekaragaman hayati tergantung pada seberapa besar pemahaman taksonomi. Rata-rata kerugian dan kerusakan keanekaragaman hayati global terus meningkat sebagai akibat dari aktivitas manusia, sehingga keputusan yang tepat harus diambil sesuai dengan dasar ilmiah.

Taksonomi memberikan gambaran dasar dari komponen keanekaragaman hayati yang dibutuhkan oleh pemerintah dalam membuat keputusan yang efektif terkait dengan konservasi spesies atau genetik dalam hal pemanfaatan berkelanjutan, terutama di kawasan lindung, “ ujar Ir. Bambang Dahono Adji M.M., M.Si menambahkan. Dr. Joeni Setijo Rahajoe menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menghasilkan ahli taksonomi jamur yang berperan untuk bekerja pada keanekaragaman hayati, khususnya keanekaragaman jamur besar. Selanjutnya, melalui pelatihan ini, peserta dapat membangun kerjasama baru antara taksonomi muda jamur di negara-negara ASEAN.

Sebanyak 20 peserta dari negara-negara anggota ASEAN 10 diundang untuk berpartisipasi. Tiga peserta dari Jepang akan berpartisipasi dengan tiga staf ACB dan lima orang peserta dari Indonesia setempat (Humas Puslit Biologi)


LIHAT GALERI FOTO


Artikel ini ditulis oleh Humas Pusat Penelitian Biologi - LIPI

Artikel ini diunggah oleh Pramono pada tanggal 01 Maret 2017

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top