• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

 

WhatsApp Image 2022 04 25 at 13.28.16

Cibinong, Humas BRIN. Peringatan Hari Kartini, tanggal 21 April senantiasa dihelat meriah di Indonesia. Mulai parade berbaju kebaya anak-anak TK hingga diskusi para perempuan Indonesia dari berbagai kalangan turut meramaikan peringatan tahunan ini. Begitu pula PhD Mama Indonesia (PMI) turut serta menyelenggarakan talkshow Kiprah Kartini Indonesia, dengan tema Kartini Indonesia di bidang STEMM: “Mengulik Beragam Botensi Karir di Bidang STEMM yang Digeluti Perempuan”, pada Sabtu (23/4),

Talkshow mengangkat kiprah Kartini Indonesia yang berkarya di bidang STEMM dan science technology, engineering mathematic, dan medicine. Selain itu akan menjawab pula bagaimana jika berkarir di bidang sains, apakah hanya menjadi guru, dosen dan peneliti saja? Lantas, jika mendengar kata peneliti, apa yang terpikirkan dan apa saja kebiasaan sehari-hari yang dilakukannya?

Menghadirkan empat perempuan istimewa sebagai narasumber, termasuk Ayu Savitri Nurinsiyah, Peneliti Sistematika Keong Darat dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Bermacam kegiatan telah dilakukannya untuk menunjang penelitiannya seperti mengeksplor keanekaragaman hayati, mengungkap jenis-jenis baru, biogeografi keong darat dan pada 2019 mengulik pemanfaatan keong darat.

Peneliti yang memiliki hobi jalan-jalan ini berbagi kisah tentang pengalamannya sebagai peneliti, “Hobi saya jalan-jalan sehingga kegiatan eksplorasi bisa mengakomodasi hobi saya, karena penelitiannya lebih banyak jalan ke hutan, gua dan kawasan pegunungan kapur,” tutur Ayu.

“Dari hasil eksplorasi di lapangan keong dibawa ke laboratorium Museum Zoologi Bogoriense (MZB) di kawasan Cibinong Science Center (CSC) untuk diidentifikasi, dideterminasi dan proses telaah anatomi, dengan membedah dan melakukan proses analisis DNA. Keong darat banyak yang memiliki ukuran 3-5 mm, termasuk hewan yang diabaikan sehingga tidak banyak orang yang meneliti,” rinci Ayu.

“Banyak sekali pengalaman seru di lapangan salah satunya saat membuat disertasi keong yang ada di Jawa. Saya harus keliling membelah Jawa dari Sawarna hingga Plengkung Alas Purwo, di utara mulai Sukolilo sampai ke bawah di Pacitan. Banyak lokasi di Jawa yang wow, tapi pada 2013 belum ada instagram sehingga foto yang saya peroleh hanya dikoleksi untuk pribadi,” sambung Ayu.

Pengalaman lain yang sampai saat ini masih melekat diingatakannya dan selalu terngiang, adalah pengalaman saat mencari keong Gunung Kidul. “Kalau mencari keong darat kita harus mengorek-ngorek tanah sambil jongkok. Setelah selesai dan bangun ternyata di belakang saya sudah ada ular. Saya beranggapan ular sedang tidur, saya foto ular tersebut. Setelah saya tanyakan ke ahli ular ternyata ular berbisa yang belum ada anti bisanya,” kisah Ayu.

Melihat pengalaman Ayu, perlu motivasi yang kuat untuk bisa eksis di bidang ini. “Memang, masih sedikit perempuan yang berkecimpung di sini, lebih banyak laki-laki. Mungkin masih banyak anggapan perempuan ngapain sih ke lapangan,” kata Ayu.

“Kenapa saya lanjut terus di sini karena passion. Saya suka keong darat sudah cukup lama, bahkan sebelum kuliah. Saya kuliah di Biologi, sangat terpenuhi rasa keingintahuan saya tentang keong darat,” imbuh Ayu.

Sejak S1 sampai S3 Ayu tetap setia dengan keong darat. Hal ini semata-mata berangkat dari pertanyaan yang ada di pikirannya kita punya keong berapa. “Berangkat dari pertanyaan itu saya bisa ada di sini hari ini. Dan pertanyaan itu hingga kini belum terjawab.

“Ternyata pertanyaan itu seperti bola salju. Satu pertanyaan terjawab, jumlah keong di Jawa. Tetapi di Sumatera berapa, di Kalimantan berapa. Hasil peneliian saya ini harus bisa dimanfaatkan, kita harus tahu apa yang kita miliki, agar kita tahu bagaimana memanfaatkannya,” ungkap Ayu.

“Indonesia memiliki keanekaragaman hayati luar biasa. Indonesia terkenal sebagai negara mega biodiversiti. Masih banyak daerah yang bisa dieksplor, PR yang menunggu banyak, orang yang diperlukan juga banyak. Perempuan jangan beranggap tidak bisa “banyak bergerak”. Jangan meng-underestimate yourself. Jika kita punya passion di suatu bidang, jalankan dengan Bismillah,” terang Ayu penuh semangat.

Selama perjalanan karir, ada masa-masa yang paling dikenang selain pengalaman di lapangan. Pada 2013 Ayu menerima beasiswa S3 di Jerman, bertepatan dirinya sedang hamil 5 bulan dan anak pertama 1,5 tahun. Pemberi beasiswa menyarankan untuk berangkat ke Jerman setelah melahirkan.

Setelah 4 bulan melahirkan, walaupun berat namun dengan dukungan keluarga dan suami Ayu berangkat lebih dulu ke Jerman. Berselang 6 bulan kemudian Ayu bisa berkumpul dengan suami dan anak-anak. Tantangan lain pada tahun-tahun terakhir, Ayu merasa melewatkan masa keemasan anak-anak, karena lebih banyak di lab dan bimbingan.

Ayu berpikir, “Apa yang saya lakukan di sini, PhD untuk apa, sekolah untuk apa. Memang benar, bahwa kita harus kembali ke tujuan sekolah. Kalau kita bertanya ini untuk apa, lihat yang ada di rumah. Perjuangan mendapatkan PhD bukan perjuangan satu orang yang sedang belajar saja tetapi perjuangan keluarga, anak-anak dan suami, yang ikut berjuang untuk kita semua. Itulah yang membuat saya bisa menyelesaikan studi dan kembali ke tanah air untuk berkarir.”

Dengan kondisi yang dialami Ayu mengungkapkan, “Pekerjaan peneliti bukan hanya penelitian, ada pekerjaan lain yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi jika kita aktif berkegiatan di tempat lain.”

Selama pandemi Ayu dan tim tidak bisa melakukan eksplorasi, secara umum harus terpisah dengan keluarga, meninggalkan keluarga beberapa minggu. “Jadi yang kami lakukan adalah komunikasi, bagaimana berkomunikasi dengan support system kita, ngobrol dengan anak-anak bagaimana, bagaimana kalau uminya harus pergi ke hutan. Tantangannya secara umum adalah harus berpisah dengan keluarga dan resiko pekerjaan,” pungkas Ayu.

Talkshow dipandu Anggia Prasetyoputri, Peneliti Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN. Sebagai informasi, PhD Mama Indonesia merupakan komunitas tempat berbagi bagi para perempuan Indonesia tentang suka duka doktoral, studi dan kepakaran perempuan Indonesia. PMI juga aktif mengangkat dan mengadvokasi berbagai tema terkait perempuan dan studi lanjut. Salah satunya adalah kampus dan beasiswa ramah ibu dan perempuan. (ew ed. sl)

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top