• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

WhatsApp Image 2021 09 17 at 09.22.43

Cibinong, Humas BRIN. Meskipun telah memasuki masa purna tugas, dua orang peneliti botani yang mumpuni ini tak lantas berhenti menggali dan mengamalkan ilmunya. Mereka adalah Harry Wiriadinata dan Dedy Darnaedi. Kedua taksonom andal tersebut didaulat sebagai narasumber dalam edisi khusus Webinar Seri Tumbuhan dalam rangkaian seminar dan kongres Penggalang Taksonomi Tumbuhan Indonesia (PTTI) ke 13 pada Kamis (16/9).

Budi Adjie, Peneliti bidang Botani pada Pusat Riset Biologi, Badan Riset dan Inovasi sekaligus selaku Ketua PTTI dalam sambutannya mengaku sangat antusias. “Webinar hari ini adalah edisi khusus, kami hadirkan dua living legend yang lebih dari 40 tahun bergelut di dunia taksonomi biodiversitas Indonesia untuk berbagi pengalaman ilmu dan keahliannya,” ujarnya.

Harry Wiriadinata, taksonom yang telah memasuki masa purna bakti pada tahun 2014 yang lalu menyebutkan bahwa taksonomi bukan ilmu yang susah, malah  menyenangkan,” ungkapnya.

Menurut pria bergelar doktor dari Tohoko University Jepang tersebut upaya pengenalan dan cara cepat determinasi tumbuhan itu dimulai dengan diferensiasi, fokus dan optimal (DFO). “Taksonomi itu memiliki pola, apabila kita sudah mengenali polanya maka akan dengan mudah kita mempelajari taksonomi. Makin banyak kita melihat, makin banyak yang kita kenal” ungkapnya.

Ia menambahkan nama ilmiah/nama jenis adalah dasar dari ilmu taksonomi dan kunci ilmu pengetahuan. Identifikasi tumbuhan merupakan aktivitas mendasar suatu survei/pencuplikan keanekaragaman tumbuhan untuk konservasi dan pemanfaatannya.

Harry juga menjelaskan bahwa taksonomi itu terdiri atas seni penyandraan, taksonomi, penggolongan, tatanama, dan kepustakaan. Taksonomi menempatkan tumbuhan pada takson-takson. “Kalau takson dengan akhiran kelas berarti ordo, kalau  -aceae berarti suku, kalau  nama saja berarti takson spesies. Nama ketiga berarti outer-nya,” imbuh Harry.

Untuk penempatan hirarki Harry menjelaskan bahwa hal itu merupakan upaya menempatkan obyek yang sudah diketahui dalam susunan takson yang tepat serta menunjukkan hubungan kekerabatan yang erat.

“Tatanama harus juga dikaitkan dengan nama jenis yang benar, yang diterapkan pada obyek tumbuhan yang dibahas. Selain itu tatanama harus mengikuti aturan dan saran yang dimuat dalam International Code of Nomenclatur for Algae, Fungi dan plant (ICN),” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Harry mengingatkan bahwa dasar klasifikasi adalah keseragaman dan keanekaragaman. “Belajar taksonom itu menyenangkan dan peluang menjadi taksonom di Indonesia terbuka lebar, karena  jumlahnya masih sedikit. Tak hanya itu dengan kemudahan teknologi saat ini kita sangat dimudahkan untuk mencari referensi untuk membantu dalam upaya mendeterminasi tumbuhan,” tegas Harry.

Tak jauh berbeda dengan pengalaman Dedy Darnaedi,  Profesor Riset LIPI ini mengungkapkan bahwa yang wajib dimiliki taksonom itu adalah sebuah buku catatan. “Buku lapangan yang harus selalu ada di tangan kita, pilih yang anti air dilengkapi dengan tinta yang anti luntur,” ungkap Dedy

Direktur Pusat Kajian Tumbuhan Tropica Universitas Nasional Jakarta ini mengakui buku catatan tersebut sangat bermanfaat untuk mencatat segala segala rupa, tentang warna dan rupa tumbuhan serta tentang seharian saat melakukan eksplorasi.

“Eksplorasi pertama saya bersama dengan para pakar botani dan zoologi dari Belanda di Pulau Towuti, Sulawesi  tahun 1979. Saya melakukan penelitian selama dua bulan dan berhasil mengumpulkan 1001 nomor koleksi bersama Max  van Balgooy, E. Henippman, Edi de Vodel dan berapa ahli lainnya,” ujarnya.

“Banyak hal yang saya dapatkan dari pengalaman tersebut. Pak Max mengajarkan saya untuk selalu menghormati rekan sejawat dan para ahli. Pak Bert mengajari saya untuk membuat koleksi herbarium lengkap, foto, koleksi basah,koleksi semut dalam botol,dan koleksi hidup untuk kebun raya. Bahkan dari eksplorasi ini, Pak Bert mengapresiasikan nama saya dan Pak Balgooy dalam temuannya yaitu Lecanopteris darnaedii Henippman dan Lecanopteris  balgooyi Henippman,” imbuh Harry.

Tak hanya itu Dedy juga bercerita pada saat menempuh pendidikan di Jepang ia belajar banyak  memahami konsep spesies, dari  mulai mempelajari morfologi, anatomi,fisiologi,ornamental spora,sitologi,enzyme electrophoresis dan biologi molekur.

“Saat kita di lapangan mengumpulkan spesimen hidup menjadi suatu kewajiban, karena kita perlu duplikat koleksi hidup untuk tujuan penelitian dan konservasi,” ujarnya.

Di akhir paparannya Dedy menjamin bahwa seorang taksonom akan mudah bekerja dimanapun. “Seorang taksonom dengan pemahaman sistematika yang benar akan dengan mudah dapat bekerja dimanapun,karena dalam menyelesaikan masalah selalu sistematis,” tutupnya.(sa/ed.sl).

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top