• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

WhatsApp Image 2021 01 13 at 12.50.33

Cibinong, Humas LIPI. Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil (dalam ukuran mikron), sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantu. Mikroorganisme banyak macamnya, diantaranya virus, bakteri, protozoa dan jamur mikroskopis. Bentuk mereka juga bermacam-macam, virus ada yang berbentuk seperti bola/bulat, tabung dan ada juga yang seperti robot. Bakteri biasanya uniseluler atau bersel tunggal dengan berbagai variasi bentuk. “Di alam jumlah mikroorganisme sangatlah banyak, bahkan lebih banyak dari yang manusia ketahui,” ucap Sugiyono Saputra yang merupakan peneliti dari Pusat Penelitian Biologi LIPI pada acara “Me vs Science” yang berlangsung secara virtual pada Selasa (12/01). 

Kegiatan rutin yang terselenggara atas kerjasama antara LIPI dan PODME Metro TV ini, menghadirkan peneliti berbeda setiap minggunya sesuai dengan tema. Pada episode kedua kali ini, tema yang diangkat adalah mikroorganisme terutama mikroorganisme pada hewan yang dapat menimbulkan zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan kemanusia.

Sugiyono menyampaikan bahwa untuk dapat melihat bakteri kita dapat menggunakan bantuan mikroskop cahaya. Tetapi untuk dapat melihat virus, kita membutuhkan mikroskop elektron karena ukuran virus yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan ukuran bakteri. Ukuran virus terbesar pun masih lebih kecil dari ukuran bakteri terkecil.“Sebagai gambaran mikroskop cahaya memiliki perbesaran hingga 2000 kali sedangkan mikroskop elektron tercanggih memiliki hingga lebih dari satu juta kali perbesaran,” ungkap Sugiyono.

Sugiyono menjelaskan, mikroorganisme memang banyak yang menyebabkan penyakit atau bersifat pathogen namun mikroorganisme yang menguntungkan jauh lebih banyak dan mereka memiliki peranan penting dalam tubuh inang dan lingkungan. Walaupun kita bersinggungan dengan bermacaam-macam mikroba, tidak semuanya dapat menimbulkan penyakit. Sebagai contohnya virus, dia harus memiliki kecocokan reseptor dengan sel inang sebelum dapat menginfeksi dan menimbulkan penyakit. Jika tidak ada kecocokan reseptor, maka mereka tidak bisa menginfeksi inangnya. 

Terkait dengan mengapa bisa timbul penyakit zoonosis, dirinya menjelaskan bahwa salah satunya dipicu oleh ketidak seimbangan ekosistem di alam sebagai akibat dari deforestasi, penambangan dan perburuan satwa liar. Rusaknya habitat dan makin intensnya kontak manusia dengan satwa liar inilah yang memicu ekspansi satwa liar kepopulasi manusia, sehingga makin meningkatkan resiko transmisi mikroorganisme yang dibawa oleh satwa liar tersebut. “Salah satu pemicu timbulnya yang saat ini menjadi concern kita bersama adalah kebiasaan berburu satwa liar seperti ular, kelelawar, trenggiling untuk konsumsi dan obat tradisional. Kontak langsung dengan mereka adalah titik berbahaya dimana pathogen berbahaya yang mereka bawa bisa saja ditularkan kemanusia,” tuturnya.

“Zoonosis merupakan ancaman bagi kesehatan manusia secara global. Diketahui sekitar lebih dari 60 persen penyakit infeksi di dunia merupakan zoonosis. Dari sekitar lebih dari 1400 patogen, lebih dari 200 diantaranya adalah virus dan lebih dari 500 diantaranya merupakan bakteri” terangnya. Lebih lanjut Sugiyono menjelaskan bahwa salah satu contoh dari penyakit yang merupakan zoonotic origin yaitu adalah Ebola virus yang berasal dari kelelawar, demikian juga SARS-CoV-2 penyebab COVID 19.

Lebih lanjut, kemunculan penyakit infeksi baru adalah suatu kemungkinan di masa depan dan bahkan kita harus bersiap-siap untuk itu. Dikarenakan kebanyakan penyakit infeksi tersebut adalah zoonosis, maka sudah sepantasnya kita meminimalisir resiko kemunculannya dengan cara menjaga kesehatan manusia, hewan dan lingkungan. “Keseimbangan ekosistem harus tetap dijaga, terutama populasi satwa liar yang membawa pathogen berbahaya agar tetap berada dalam habitatnya, agar mikroorganisme berbahaya yang dibawanya tersebut tidak bertransmisi kemanusia,” pungkas Sugiyono.(eb ed sl/ss)

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top