• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

biodiversitas

Cibinong, Humas LIPI. Indonesia adalah negara dengan kekayaan biodiversitas terrestrial tertinggi kedua di dunia. Jika digabungkan dengan keanekaragaman hayati di laut, maka Indonesia menjadi yang pertama. Hilangnya keanekaragaman hayati akan menimbulkan implikasi serius tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesejahteraan manusia dalam banyak aspek, yaitu kesehatan, ekonomi, budaya, dan ketahanan pangan dan air. Oleh karena itu, menyelidiki dan memahami status keanekaragaman hayati  dan faktor pendorong yang menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati menjadi sangat penting.

Rosichon Ubaidillah, Peneliti Zoologi pada Pusat Penelitian Biologi memaparkan, status dan tren keanekaragaman hayati Indonesia menempati peringkat salah satu pusat agro biodiversitas dunia dengan 10% spesies tumbuhan dunia. “Flora dan fauna di tujuh pulau utama Indonesia yaitu terutama Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Lesser Sunda, Mollucas dan Papua sangat mendominasi. Jawa masih menjadi pulau tertinggi diversitas floranya. Hal ini karena eksplorasi banyak dilakukan di pulau Jawa,” ungkap Rosichon saat menjadi narasumber pada International Webinar on Indonesian Biodiversity “Mainstreaming biodiversity conservation, bioprospection, and bioeconomy for sustainable livelihood” pada Rabu (16/9).

Profesor Riset bidang Zoologi ini menjelaskan berdasarkan data Retnowati et.al 2019 jenis fungsi, bryophytes dan eudicots terbanyak terdapat di Pulau Jawa, berturut-turut sekitar 1728, 2088, dan 6456 jenis. Di Sumatera paling banyak ditemukan grup taxa pteridophyta sebanyak 724 jenis dan gymnosperms  sebanyak 66 jenis. Sedangkan di Pulau Kalimantan paling banyak ditemukan grup taxa basal angiosperms sebanyak 656 jenis dan monocots sebanyak 3123 jenis.

Untuk keanekaragaman fauna, sekitar 12% mamalia dunia (773 spesies) ada di Indonesia. Spesies terbanyak terdapat di Kalimantan dan jenis spesies endemik tertinggi terdapat di Papua dan Sulawesi. Papua memiliki jenis burung dan amphibi terbanyak, sekitar 671 jenis burung dan 151 jenis amphibi. Pulau Kalimantan memiliki jenis reptil, ikan dan mollusca terbanyak, berturut-turut sebanyak 227 jenis reptil, 738 jenis ikan dan 558 jenis mollusca. Sedangkan jenis crustacea terbanyak terdapat di Sulawesi sebanyak 98 jenis dan jenis kupu-kupu terbanyak terdapat di Sumatera.  

Rosichon menyoroti status dan tren keberagaman fauna saat ini terus berpacu dengan laju kepunahan. Saat ini terdapat 191 spesies mamalia, 33 spesies burung, 33 spesies amphibi, 30 spesies reptil, 231 spesies ikan, 63 spesies mollusca, 26 spesies kupu-kupu yang terancam keberadaannya, termasuk 7 spesies lebah madu dunia yang ditemukan Indonesia, 2 jenis diantaranya  yaitu Affi. koschevnikovi dan Affis nogrocinta merupakan jenis  endemik yang saat berstatus akan punah dan terancam. “Tindakan harus segera diambil dalam rangka menyelamatkan biodiversitas tersebut,” tutur Rosichon.

Kekhawatiiran Rosichon terhadap kondisi biodiversitas yang semakin terbatas dan rapuh tentunya sangat beralasan. “Keanekaragaman hayati memegang peranan penting dalam menyediakan makanan, air, tempat berteduh, udara bersih dan obat-obatan untuk kita.  Bayangkan jika sedikit demi sedikit keragaman tersebut tentu keberlanjutan akan semakin terancam. “Diperlukan komitmen penuh untuk melindungi dan memastikan keberlanjutannya. Tindakan harus segera diambil dalam rangka mewujudkan target Keanekaragaman Hayati Aichi 2020 dan  target nasional,” tegas Rosichon.

Dirinya menegaskan komunitas ilmiah dan peneliti harus mengambil peran.  Melakukan penelitian-penelitian lanjutan guna menghasilkan produk yang dapat digunakan untuk kesejahteraan manusia dan menjaga kesehatan alam. Penelitian tentang pengembangan dan penerapan konservasi yang lebih efektif dan mengarah pada pemanfaatan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan di seluruh Indonesia, termasuk penghijauan kota sangat  diperlukan. Selain itu penelitian multidisiplin, transdisipliner, interdisipliner dan kolaborasi penelitian global akan sangat menguntungkan dilakukan. Keanekaragaman hayati Indonesia masih kurang dipelajari, dan nilainya belum dieksplorasi jika hanya berdasarkan penggunaan langsung tanpa nilai tambah. 

Selain itu survei keanekaragaman hayati dan studi taksonomi memiliki peran penting, terutama di daerah dengan inventarisasi yang buruk. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terkait keanekaragaman hayati perlu dipercepat untuk mendapatkan manfaat yang optimal. “Saya berharap, diskusi tentang peran keanekaragaman hayati dalam konservasi dan pemanfaatan secara berkelanjutan, termasuk penelitian, strategi pengelolaan konservasi, serta pendidikan dan sosialisasi dapat menghasilkan produk yang signifikan dan nyata,” harap Rosichon. (sa)           

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top