• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

Jamur Pseudocolus fusiformis gambar wikipedia

Cibinong, Humas LIPI. Phallales adalah basidiomiset dengan struktur gleba yang khas. Phallales satu ordo diprakarsai oleh Emil Fisher pada tahun 1900 untuk mewadahi dua famili Phallaceae  (Stinkhorns) dan Clathraceae  (Lattice stinkhorns) didasarkan karakternya yaitu tubuh buah berada diatas tanah (epigeous), berbentuk seperti spons dan memiliki massa spora lengket serta mengeluarkan bau. Pada tahun 1931 G.H. Cunningham menambahkan satu famili ordo yaitu phallales yaitu Claustulceae yang tidak memiliki tangkai tetapi ada keunikan jika dibelah memiliki struktur tubuh buah.  

Dewi Susan, Peneliti Jamur dari Pusat Penelitian Biologi LIPI mengungkapkan, sub kelas Phallomycetidae satu kelompok dengan geastrales, gomphales, hyterngiales dan phallales. Phallales terdapat beberapa famili yaitu Claustullaceae, Phallaceae, Protophallaceae dan Gastroporiaceae. Hanya Phallaceae yang ada di Indonesia.

Claustullaceae memiliki empat genus, yaitu: Claustula, Gelopelis, Kjeldsenia, dan Phlebogaster,” tuturnya pada Webinar Series Mikoina (30/7). “Jamur Claustula tidak memiliki tangkai, hanya satu jenis claustula fisheri yang ditemukan di New Zealand dan beberapa tahun kemudian ditemukan di Tazmania (Australia). Jamur ini ditetapkan masuk daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List of Threatened Species atau spesies yang terancam punah,” imbuh Dewi.

Dewi menjelaskan, Gelopellis terdapat enam jenis yaitu Gelopelis macrospora. Gelopelis rufus, Gelopelis purpurascens, Gelopelis shanxiensis, Gelopelis thaxteri, Gelopelis tholoformis. Sedangkan Jamur Kjeldsenia hanya satu jenis di California yang ditemukan pada tahun 1995. Sementara Phlebogaster hanya ada dua jenis yaitu Phlebogaster sinensis dan Phlebogaster aurisylvicola.

Dirinya menerangkan bahwa Pallaceae ada 69 genus. Bagaimana penelitian Pallaceae ada di Indonesia? Dewi mengisahkan pada tahun 1931, K.B Boedijn telah membuat publikasi mengenai jenis-jenis phallaceae yang ada di Indonesia dengan judul “The Phallineae of the Netherlands East Indies” yang mengkompilasi jamur-jamur yang ada termasuk Pallaceae yang disimpan di Herbarium Bogoriense. Koleksi yang tersimpan di herbarium yaitu, Pertama , Protubera maracuja  famili Phallogastraceae yang mempunyai ciri : biasanya setengah terbenam di tanah atau di atas tanah, berukuran diameter 3,5-4 cm, berwarna putih ditemukan di Sumatera pada tahun 1922, 1925. Kedua, Clathrus treubii famili Phallaceae yang mempunyai ciri : tumbuh di atas tanah, berukuran tinggi 4-12 cm, diameter 4-7 cm, berwarna merah, berbau busuk, ditemukan di Depok pada tahun 1921, dan di Bogor pada tahun 1906-1925.

Dewi menerangkan pula untuk Lyusurus periphragmoides famili Phalalaceae berciri : tumbuh di atas tanah, berukuran tinggi 5,5-15 cm, tangkai berwarna putih, gleba bulat atau ovoid, berlubang seperti jarring, berbau sedikit, tidak menusuk ditemukan di Bogor tahun 1922-1926, Dramaga tahun 2020, dan di Sukabumi tahun 1930. Sementara Pseudocolus fusiformis famili phallaceae berciri: tumbuh diatas tanah, berwarna merah, memucat ke arah pangkal, tangkai memiliki lengan berjumlah 3-4 yang menyatu pada bagian ujung, berbau sedikit, tidak menusuk ditemukan di Bogor tahun 1921, 1930, dan di Subang tahun 1919.

Lebih lanjut Dewi Lysurus gardneri  memaparkan famili Phallaceae yang mempunyai ciri tumbuh di atas tanah, tangkai berwarna putih, gleba berwarna hijau kecoklatan, tinggi 8-15 cm, tangkai memiliki lengan berjumlah 3-4 yang menyatu pada bagian ujung, hampir tidak berbau ditemukan di Bogor tahun 1924, 2019, dan di Pasuruan tahun 1930. Sedangkan Aseroe rubra famili Phallaceae sering dilihat karena khas, sering kali dibilang bintang laut, ujung tangkai seperti cakram terdapat lengan berpasangan berjumlah 9-12 pasang, berbau busuk ditemukan di Sumatera pada tahun 1924, 1929 dan di Jawa pada tahun 1923, 1925, 1930. Sementara Lysurus arachnoidea famili Phallaceae warna putih sangat cantik berciri tumbuh di atas tanah, berwarna putih, tinggi 2,5-8 cm, tidak terdapat cakram pada ujung tangkai dan memiliki lengan berjumlah 7-12 buah, berbau sedikit, tidak menusuk ditemukan di Sumatera pada tahun 1929, di Kalimantan Barat pada tahun 1924, dan di Jawa pada tahun 1923, 1930.

Dewi menjelaskan kembali untuk Mutinus bambusinus famili phallaceae dengan ciri berwarna merah muda dan memucat ke arah pangkal, tinggi 7-16 cm, tumbuh di atas tanah, berbau kuat ditemukan di Jawa pada tahun 1921-1923 dan pada tahun 1930. Lalu Mutinus borneensis family phallaceae berciri tumbuh diatas tanah, tangkai berwarna putih, tinggi 4-10,5 cm, gleba berwarna hijau olive gelap ditemukan di Borneo, di Jawa pada tahun 1924. Dan Mutinus penzigii family phallaceae yang berciri tumbuh diatas tanah, tangkai berwarna kehitaman kerah ujungnya tinggi 4-6 cm, bagian glebiferous terdapat banyak juntain, gleba berwarn olive gelap ditemukan di Jawa pada tahun 1930.

Dewi mengungkapkan pula bahwa Phallus aurantiacus famili phallaceae berciri  tumbuh diatas tanah, tangkai berwarna orange pucat tinggi 7-10 cm, gleba berwarna hijau kecokelatan, berbu sangat tajam ditemukan di Pekalongan pada tahun 1931. Selanjutnya Phallus costatus famili phallaceae berciri tumbuh diatas tanah, tangkai berwarna kuning kecokelatan, tinggi 13,5-20 cm, gleba berwarna hijau olive gelap, berbau tajam ditemukan di Bogor pada tahun 1931. Sementara Phallus favosus family phallaceae mempunyai ciri tumbuh diatas tanah, tangkai berwarna putih, tinggi 15-35 cm, pileus campanulate, gleba berwarna hijau olive gelap dan berbau tajam ditemukan di Sumatera pada tahun 1918, Jawa pada tahun 1921-1926.

Pada akhir paparan, Dewi menjelaskan Phallus lauterbachii famili Phallaceaae ditemukan di atas tanah, tangkai berwarna putih kecokelatan, tinggi 10 cm, memiliki duri, pileus campanulate, gleba berwarna coklat, berbau tidak menusuk ditemukan di Maluku pada tahun 1922-1926, Papua pada tahun 1921, 2007. Kemudian Phalus indusiata mempunyai ciri tumbuh diatas tanah, tangkai berwarna putih, tinggi 10-21 cm, memiliki jarring hingga menyentuh tanah, gleba berwarna hijau olive gelap, berbau tidak menusuk ditemkan di Sumatera, Jawa, Borneo, Sulawesi, Papua. Sementara Phallus multicolor famili Phallaceae mempunyai ciri tumbuh diatas tanah, tangkai berwarna orange, tinggi 14-19 cm, memiliki jarring berwarna oranye, globe berwarna hijau gelap, berbau tidak menusuk ditemukan di Sumatera, Borneo, dan di Jawa. “Harapannya, jika ditemukan jamur-jamur tersebut, dapat mengkoleksi dan menambah data biodiversitas,” pungkas Dewi. (shf ed sl)

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top