• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

enoki

Cibinong, Humas LIPI. Selama ini Jamur enoki (Flamulina velutipes) yang merupakan salah satu jamur pangan (edible mushrooms) sudah terkenal dengan khasiatnya sebagai pengobatan alami untuk ketahanan tubuh sejak ratusan tahun yang lalu oleh rakyat Jepang, Tiongkok dan Korea. Namun perkembangan terakhir, jamur enoki asal Korea Selatan disinyalir telah terkontaminasi bakteri pathogen Listeria monocytogenes berdasarkan peringatan International Food Safety Authority Network dibawah FAO terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) di Amerika Serikat, Canada dan Australia. Hal ini telah membuat Kementerian Pertanian RI melalui Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan meminta pelaku usaha importir untuk menarik peredaran Jamur Enokidi Indonesia.

Peneliti Senior bidang Mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Dr. Iwan Saskiawan mengatakan, jamur Enoki dapat terkontaminasi bakteri kemungkinan karena proses pengemasan dan distribusi yang kurang benar. “Saat ini, Indonesia masih mengimpor jamur dari Korea dan Cina. Di Indonesia sendiri belum ada petani yang membudayakan jamur ini dikarenakan memerlukan suhu yang tinggi yaitu kisaran suhu 15°-18° celcius,” jelasnya dalam wawancara dengan Radio Pro 3 FM (26/6) .

Terkait penjualan jamur di Indonesia, dirinya menerangkan perlu diperhatikan secara khusus wadah penyimpanan jamur-jamur tersebut misal dengan dilemari pendingin, bukan di tempat terbuka seperti yang dijual bebas oleh pedagang sayur keliling atau dipasar. “Jamur ini dapat berbahaya terutama bagi lansia dan balita karena dapat menimbulkan gejala Listeriosis yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, dan diare dalam hitungan hari,” rinci Iwan. “Apabila menyebar ke sistem saraf dapat menimbulkan gejala yang membahayakan bahkan sampai kematian. Maka tindakan Kementan dalam menarik peredaran Jamur sudah cukup tepat dan kedepan nanti perlu seleksi secara ketat untuk semua makanan dan sayuran yang diimport dari luar,” imbuhnya.

Iwan menjelaskan, keunggulan jamur Enoki sama dengan jamur-jamur lokal lainnya yaitu memiliki senyawa aktif yang bersifat imunomodulator bagi tubuh. “Jamur ini dapat dimakan dengan proses pengolahan yang benar yaitu dengan dimasak pada suhu minimal 75° celcius, karena bakteri Listeria akan mati dalam suhu tersebut,” tuturnya.

Pada kesempatan berbeda saat wawancara di program Connecting CNN TV, Iwan menerangkan.  jamur lain selain enoki terutama jamur lokal masih dapat dikonsumsi. “Tidak semua jamur terkontaminasi bakteri Listeria, contohnya jamur lokal seperti jamur tiram, jamur merang dan jamur shitake,” ungkapnya. “LIPI telah mengembangkan petunjuk cara tanam jamur lokal di Indonesia  bagi para petani. Jamur-jamur yang dikembangkan oleh LIPI memiliki kandungan senyawa aktif yang berbeda dan memiliki manfaat sebagai immunomodulator untuk tubuh”, tambah Iwan.

 “Listeria termasuk jenis bakteri patogen yang dapat menyebabkan keracunan pada manusia. Bakteri ini biasanya hinggap pada makanan yang mengandung susu dan olahannnya seperti sosis yang dalam 2-3 tahun terakhir penelitian menyebutkan bahwa Listeria dapat tumbuh pada sayuran,” jelas Iwan lebih lanjut. “Keunikan bakteri Listeria dapat bertahan dalam suhu dingin. Maka hindari menyimpan sayuran termasuk jamur terlalu lama ditaruh didalam kulkas karena akan mudah memicu tumbuhnya bakteri,” saran Iwan memberi tips.

Menurut Iwan, jamur enoki hanyalah salah satu 20-23 jenis jamur pangan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia dan selama ini aman-aman saja. “Di Indonesia sendiri belum diketemukan kejadian luar biasa dari konsumsi jamur enoki dan LIPI sedang meneliti mengapa bakteri Listeria hanya hinggap di jamur enoki asal Korea Selatan,” pungkas Iwan. (CA ed.SL)

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top