Daboia russelii (Smith, 1917)
Sinonim: Vipera russelii
Ular Bandotan Puspo
Russell’s Viper



 

Ukuran tubuhnya tergolong amat besar (untuk ular viper). Panjang total tubuhnya dapat mencapai 1500 mm. Kepala berbentuk segitiga dengan 3 buah bintik besar berwarna coklat tua. Satu berada di antara mata dan dua buah lainnya berada di dekat tengkuk. Bagian perisainya dengan sisik-sisik kecil yang berlunas dan bercorak warna coklat tua yang besar. Canthus rostralis menonjol kuat. Sisik-sisik pada dagu dan leher ujungnya berwarna hitam. Warna dasar tubuhnya coklat muda dengan 3 baris totol-totol bulat yang besar. Kadangkala totol-totol yang serupa lingkaran itu terpadu seperti gelang rantai. Setiap totol tersebut berada dalam lingkaran hitam yang warna tepinya lebih muda. Totol yang berada di atas punggungnya lebih besar dari pada yang berada di sekitarnya. Semakin ke arah posterior semakin kecil ukurannya. Perutnya berwarna putih kelabu, dengan bintik-bintik menyerupai bulan sabit berwarna hitam.

Panjang jarak antara moncong-anus mencapai 1060 mm. Bibir atasnya terdiri dari 10-12 sisik, terpisah dari mata oleh sebaris sisik-sisik yang kecil. Nostril amat besar. Ada sisik nasorostral antara sisik rostral dan sisik nasal. Sisik supraocular kecil, saling terpisah satu sama lain oleh 6-9 sisik. Sisik dorsal pada bagian tengah badannya terdiri dari 27-33 baris, sisik-sisik ventrolateral halus dan selebihnya berlunas. Sisik-sisik ventral berjumlah 153-180. Sisik anal tunggal. Sisik-sisik subcaudal berjumlah 41-64 dan terdiri dari 2 baris sisik.

Ular ini ditemukan pada daerah kering yang beralang-alang di dataran rendah dan perbukitan (berkapur). Aktifitas hariannya dilakukan pada malam hari. Ular ini mempunyai perilaku yang khas pada saat menyembunyikan dirinya yaitu badannya akan bergulung di dalam alang-alang (rerumputan) yang kering. Perkembang-biakannya dengan cara beranak, betina akan mengeluarkan sekitar 20-30 ekor. Makanan utamanya tikus, selain itu burung dan katak. Ular ini termasuk jenis yang mempunyai racun bisa yang kuat dan gigitannya dapat membahayakan manusia.

Penyebaran:
Daboia rusellii limitis (Mertens, 1927) dari Nusa Tenggara Timur (Flores, Ende, Komodo, Rinca, Adonara, Solor dan Lomblen).
Daboia russelii siamensis dari Jawa.