Acrochordus javanicus Hornstead, 1787
Ular Karung; Ular Belalai Gajah
Javan Wart Snake



 
Kepala dengan tanda garis hitam yang tidak jelas dan memanjang. Moncongnya datar dan lebar. Tubuhnya berwarna coklat begitu pula kedua belah sisinya. Lebar badannya sama dengan kepala. Perut berwarna kuning pucat atau kuning keputih-putihan.




Panjang jarak moncong-anus mencapai 1855 mm. Individu betina biasanya lebih besar dan kuat dari pada yang jantan. Badannya gemuk dengan kulit yang licin, sisik-sisiknya kecil dan kasar. Lubang hidung berada di atas kepala. Badannya bulat dengan sekitar 130-150 baris sisik pada bagian tengahnya. Sisik-sisik ventral mempunyai bentuk dan ukuran yang serupa, tidak terdapat lipatan kulit di bagian sisi badannya. Biasanya ular ini berukuran pendek, bulat dan mempunyai ekor serupa dengan Acrochordus granulatus yaitu dapat berfungsi sebagai pengait.

Ular air yang umum ditemukan di aliran sungai kecil, muara sungai dan daerah payau ini, kadangkala tidak jauh dari laut. Berkembang biak dengan cara beranak, dalam sekali melahirkan mengeluarkan sekitar 20-30 anak. Individu yang masih muda bersifat semiterrestrial. Corak belang-belang pada tubuhnya akan memudar memasuki tahap dewasa. Aktivitas harian biasanya di malam hari dan makanan utama yaitu ikan kadangkala binatang air lainnya seperti katak. Hal yang menarik dari ular ini yaitu setelah makan perutnya tidak menonjol/buncit seperti pada ular lainnya.

Penyebaran:
Sumatera, Jawa dan Kalimantan.